Sertifikasi Benih dan Bibit Ternak, Modal Bersaing di Pasar Global

Kamis, 11 Juni 2020 - 16:09 WIB
loading...
Sertifikasi Benih dan...
Benih dan bibit ternak memiliki peran penting dan strategis dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas.
A A A
JAKARTA - Benih dan bibit ternak memiliki peran penting dan strategis dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas. Salah satu langkah Pemerintah agar bibit yang diproduksi dan diedarkan tetap terjamin mutunya adalah dengan memperbanyak Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai modal bersaing di pasar global.

“Standarisasi ini tidak hanya melindungi konsumen tapi juga bisa meningkatkan daya saing sebagai potensi ekspor keluar negeri,” ungkap Menteri Pertanian terkait standarisasi produk produk pertanian.

Lebih lanjut Syahrul Yasin Limpo juga meminta agar semua stakeholder pertanian dan peternakan untuk bekerjasama memperbaiki kualitas produk produk pertanian termasuk benih dan bibit ternak agar dapat menjadi potensi ekspor.

“Perbaiki ekspor kita, perbaiki kualitas pertanian kita!” tegasnya.

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Komite Teknis (dulu disebut sebagai Panitia Teknis) dan ditetapkan oleh BSN. Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan termasuk dalam komite teknis yang menggagas keluarnya SNI Benih dan Bibit Ternak ini.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, I Ketut Diarmita mengatakan bahwa saat ini sudah ada 43 SNI benih dan bibit ternak yang diterbitkan, terdiri dari 10 SNI untuk sapi potong, 1 SNI sapi perah, 5 SNI Kerbau, 3 SNI Kambing, 2 SNI Domba, 4 SNI Babi, 4 SNI semen beku dan cair, 4 SNI ayam ras, 8 SNI itik, 1 SNI Embrio, dan 1 SNI ayam lokal.

“Untuk tahun 2020 ini, sudah terbit 3 SNI baru yaitu SNI Bibit sapi Simental Indonesia, Limousin Indonesia dan Jabres. Jadi total semua ada 43 SNI Benih dan Bibit Ternak,” jelasnya Ketut.

Adapun yang disebut sebagai SNI benih dengan ruang lingkup semen beku, pelaksanaannya dilakukan di BBIB Singosasi, BIB Lembang, serta UPT IB Daerah yang menghasilkan semen beku seperti Baturiti (Bali), Jawa Tengah, Sumatera Barat, Riau, DIY, Sulsel, Bengkulu, dll. Sedangkan untuk SNI benih dengan ruang lingkup embrio penerapannya ada di BET Cipelang.

Penerapan SNI Bibit seperti sapi potong ada di beberapa UPT diantaranya BPTU HPT Indrapuri (sapi aceh), BPTU HPT Sembawa (sapi Brahman dan PO), BPTU HPT Pelaihari (sapi Madura, kambing PE dan itik), BBPTU HPT Baturraden (sapi perah dan kambing perah), BPTU HPT Padang Mengatas (sapi Pesisir), dan BPTU HPT Siborongborong (Babi). Selain itu ada juga kelompok ternak Perpokeb di Kebumen Jawa Tengah, UPTD Tuban Jawa Timur (Sapi PO), dan PT Putra Perkasa Genetika (ayam KUB).

Lebih lanjut Ketut mengatakan bahwa dengan semakin banyaknya SNI Benih dan Bibit yang diterbitkan, maka semakin banyak juga produk benih dan bibit ternak yang dapat disertifikasi.

“Hal ini otomatis akan memperbanyak potensi produk ternak yang dapat dipasarkan sampai ke luar negeri,” ungkapnya.

Lembaga Sertifikasi Benih dan Bibit Ternak

Sejak tahun 2011, Kementan sudah mempunyai lembaga sertifikasi Benih dan Bibit Ternak yang dikenal dengan nama LSPro Benih dan Bibit Ternak.

LSPro ini dibentuk dalam rangka menjamin mutu benih dan bibit ternak yang beredar, sesuai amanah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 Pasal 13 ayat 6 dan 7 yaitu setiap benih dan bibit yang beredar wajib memiliki sertifikat, dan sertifikat dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi benih dan bibit yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri Pertanian.

“LSPro ini lembaga yang berkompeten dan profesional karena sudah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sejak tahun 2015” ungkap Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Sugiono terkait lembaga sertifikasi ini.

Lebih lanjut Sugiono menjelaskan bahwa LSPro memberikan pelayanan jasa sertifikasi benih dan bibit ternak secara mandiri, tidak diskriminatif, tidak memihak, menjaga kerahasiaan, dan menjamin obyektivitas hasil sertifikasi, dengan dukungan personel yang berkompeten dan profesional.

“Saat ini masyarakat sudah semakin sadar akan potensi bibit ternak yang sesuai standar. Oleh karena itu pemerintah akan terus berupaya memperbanyak bibit ternak yang memiliki kualifikasi bibit sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), dan mendorong peternak dan perusahaan ternak untuk mensertifikasi produk mereka agar dapat membuka peluang ekspor,” pungkasnya.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Gerak Cepat Atasi Kekeringan,...
Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Kementan Sabet Penghargaan Komunikasi Publik Terbaik di AMH 2024
Tebus Pupuk Subsidi...
Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP, Mentan Amran: Jangan Dipersulit!
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Rekomendasi
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved