PLN dan PT PAL Garap 2 Pembangkit Listrik Kapal Senilai Rp 1,6 Triliun
Senin, 31 Januari 2022 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan, pihaknya akan membuat BMPP Nusantara unit 2 dan 3 jauh lebih baik dari sisi teknologi. "BMPP ini juga, kami sudah ngobrol dengan Pak Darmawan, gimana kalau desainnya bisa lebih langsing. Lambung lebih langsing, sehingga terjangan gelombang di Indonesia yang cukup tinggi bisa dihadapi oleh BMPP Nusantara ini," ujarnya.
Baca Juga: Ikuti Jejak AS, Inggris Pertimbangkan Kerahkan Militer Besar-besaran ke Perbatasan Eropa
Direktur Utama Indonesia Power Ahsin Sidqi juga mengatakan, kerja sama yang sudah berjalan ini merupakan tonggak awal untuk kerja sama lainnya. "Banyak yang kagum sama ini. Ini akan kita pasarkan di Asia. Beberapa negara lain sudah kontak untuk membutuhkan ini," ujarnya.
Selain pengembangan BMPP, PLN dan PAL juga berkolaborasi untuk bisa memanfaatkan potensi arus laut dan ombak yang ada di Indonesia untuk bisa menjadi pembangkit listrik energi baru terbarukan. Langkah ini sejalan dengan RUPTL "Green".
PLN sudah berdiskusi dengan PT PAL mengenai hal ini. Pemetaan potensi arus laut dan ombak yang bisa dijadikan arus listrik dilakukan bersama sama. Hal ini juga sebagai langkah penerjemahan dari RUPTL Hijau yang ada saat ini. Tahun depan ada program de-dieselisasi yang berada di 2.100 titik di Indonesia yang bisa digantikan energi berbasis arus laut dan ombak.
Baca Juga: Ikuti Jejak AS, Inggris Pertimbangkan Kerahkan Militer Besar-besaran ke Perbatasan Eropa
Direktur Utama Indonesia Power Ahsin Sidqi juga mengatakan, kerja sama yang sudah berjalan ini merupakan tonggak awal untuk kerja sama lainnya. "Banyak yang kagum sama ini. Ini akan kita pasarkan di Asia. Beberapa negara lain sudah kontak untuk membutuhkan ini," ujarnya.
Selain pengembangan BMPP, PLN dan PAL juga berkolaborasi untuk bisa memanfaatkan potensi arus laut dan ombak yang ada di Indonesia untuk bisa menjadi pembangkit listrik energi baru terbarukan. Langkah ini sejalan dengan RUPTL "Green".
PLN sudah berdiskusi dengan PT PAL mengenai hal ini. Pemetaan potensi arus laut dan ombak yang bisa dijadikan arus listrik dilakukan bersama sama. Hal ini juga sebagai langkah penerjemahan dari RUPTL Hijau yang ada saat ini. Tahun depan ada program de-dieselisasi yang berada di 2.100 titik di Indonesia yang bisa digantikan energi berbasis arus laut dan ombak.
(fai)
Lihat Juga :