Janji Mendag: Harga Minyak Goreng di Pasar 4 Hari Lagi Seragam Rp14.000/Liter
Kamis, 03 Februari 2022 - 11:28 WIB
loading...
Mendag Muhammad Lutfi meninjau langsung harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di Pasar Kramat Jati, menyusul masih mahalnya harga minyak goreng. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan atau Mendag Muhammad Lutfi meninjau langsung harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di Pasar Kramat Jati, Jakarta hari ini, Kamis (3/2/2022). Hal ini menyusul masih mahalnya harga minyak goreng meski sudah diterapkan berbagai kebijakan.
Baca Juga: Jual Minyak Goreng di Atas HET, Izin Usaha Bisa Dicabut
Di pasar Kramat Jati, beberapa pedagang sudah menetapkan harga sesuai dengan ketetapan Pemerintah, yakni minyak goreng curah seharga Rp 11.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500/liter dan harga minyak goreng kemasan premium Rp14.000/liter.
"Hari ini kita lihat mulai meluncur minyak goreng sesuai dengan harga. Rp14.000 untuk kemasan premium, Rp13.500 untuk kemasan sederhana, dan Rp 11.500 untuk kemasan curah. Jadi hari ini sudah mulai jalan," ujar Mendag di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (3/2/2022).
Mendag Muhammad Lutfi menjelaskan, saat ini para pedagang tengah melakukan proses blanding, yakni mencampur harga yang mahal sebelumnya dengan barang yang dibeli dengan harga murah. Diketahui bersama, stok minyak goreng pedagang pasar tradisional masih banyak di karenakan harga yang melonjak. Hal itu lantaran para konsumen enggan membeli.
Baca Juga: Jual Minyak Goreng di Atas HET, Izin Usaha Bisa Dicabut
Di pasar Kramat Jati, beberapa pedagang sudah menetapkan harga sesuai dengan ketetapan Pemerintah, yakni minyak goreng curah seharga Rp 11.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500/liter dan harga minyak goreng kemasan premium Rp14.000/liter.
"Hari ini kita lihat mulai meluncur minyak goreng sesuai dengan harga. Rp14.000 untuk kemasan premium, Rp13.500 untuk kemasan sederhana, dan Rp 11.500 untuk kemasan curah. Jadi hari ini sudah mulai jalan," ujar Mendag di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (3/2/2022).
Mendag Muhammad Lutfi menjelaskan, saat ini para pedagang tengah melakukan proses blanding, yakni mencampur harga yang mahal sebelumnya dengan barang yang dibeli dengan harga murah. Diketahui bersama, stok minyak goreng pedagang pasar tradisional masih banyak di karenakan harga yang melonjak. Hal itu lantaran para konsumen enggan membeli.
Lihat Juga :