Kelapa Sawit hingga Pengolahan Ada di Dalam Negeri, Kenapa Minyak Goreng Harus Disubsidi?

Rabu, 02 Februari 2022 - 17:43 WIB
loading...
Kelapa Sawit hingga...
Muncul kebijakan minyak goreng satu harga yakni Rp14.000 per liter. Pertanyaan yang muncul kenapa minyak goreng harus di subsidi. Padahal kelapa sawitnya ada di dalam negeri, pengolahan juga ada di dalam negeri. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga minyak goreng beberapa bulan terakhir yang melambung tinggi membuat keresahan baik bagi konsumen masyarakat, maupun bagi para pedagang. Pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan minyak goreng satu harga yakni Rp14.000 per liter.

Pertanyaan yang muncul kenapa minyak goreng harus di subsidi. Padahal kelapa sawit -nya ada di dalam negeri, pengolahan juga ada di dalam negeri.

"Jadi kenapa harus subsidi. Harusnya minyak goreng dengan kondisi tersebut murah. Kalau hal tersebut berdasarkan mekanisme pasar seharusnya pemerintah menghentikan ekspor CPO sebagai bahan bakunya dan supaya bisa fokus untuk produksi dan di konsumsi di dalam negeri saja. Apabila sedang surplus baru baru bisa melakukan ekspor," tutur Ketua Hubungan Antar Lembaga Inkopass, Andrian Lame Muhar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/2/2022).

Baca Juga: Ironis! Penghasil Sawit Terbesar, Tapi Harga Minyak Goreng Mahal di RI

Ia berharap agar pemerintah membatasi ekspor CPO sebagai langkah agar produsen minyak goreng menjual hasil pengolahan CPO ke dalam negeri. "Harga Rp 14 ribu/liter sebenarnya sudah tinggi menurut masyarakat, karena sebelumnya harga minyak goreng normalnya Rp 11.500-12.000/liter," ungkapnya.

Selain memberatkan masyarakat akan kelangkaan minyak goreng di pasaran, kondisi beberapa waktu terakhir sebelum diatur harganya menyebabkan omset pedagang pasar ikut turun.

"Para pemain minyak goreng harus di atur agar menjual hasil produksi minyak goreng sampai ke pasar dan masyarakat dengan kebijakan satu harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Menjelang puasa dan lebaran pemerintah perlu konsisten mengatur harga minyak goreng maupun sembako," kata Andrian Lame Muhar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
Purbaya Bocorkan Perusahaan...
Purbaya Bocorkan Perusahaan Diduga Lakukan Underinvoicing CPO, Siapa Saja?
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Rekomendasi
10 Tips Bikin Video...
10 Tips Bikin Video Review Tembus Jutaan Penonton ala Konten Kreator Riandi Lamusu
Karbohidrat atau Protein,...
Karbohidrat atau Protein, Mana yang Lebih Baik untuk Sarapan? Ini Jawaban Ahli Gizi
Pihak Ruben Onsu Siap...
Pihak Ruben Onsu Siap Jadikan Video Live Sarwendah Bukti di Sidang Gugatan Hak Asuh Anak
Berita Terkini
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved