Awali Era Industri Tanaman Hias, Harga Monstera Kini Terjun Bebas

Kamis, 03 Februari 2022 - 13:18 WIB
loading...
Awali Era Industri Tanaman...
Bagi yang familiar dengan tanaman Monstera Borsegiana Albo variegata, tentu tidak asing lagi dengan harga fantastis yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. Namun kini harga sangat murah. Foto/Dok
A A A
BOGOR - Bagi yang familiar dengan tanaman Monstera Borsegiana Albo variegata, tentu tidak asing lagi dengan harganya yang fantastis. Setidaknya, harganya bisa mencapai angka puluhan juta rupiah.

Harga tersebut ternyata tidak lagi berlaku di Minaqu Indonesia. Eksportir tanaman hias terbesar Kota Bogor ini justru membanderol Monstera Albo itu dengan harga yang sangat murah. Berbekal uang Rp300 ribu, siapa pun sudah bisa membawa pulang tanaman Monstera variegata berukuran 10 centimeter tersebut.

Baca Juga: Ekspor Tanaman Hias Indonesia Kian Indah, Naik 69,7 Persen

CEO Minaqu Indonesia, Ade Wardhana Adinata menjelaskan, mereka memperbanyaknya melalui metode kultur jaringan. Oleh karena itu, harga yang dipatok pun bisa jauh lebih murah.

"Kita cuma mau menerapkan fair trade. Berapa sih biaya produksi kami, berapa affordable prices yang bisa kami jual tanaman hias ini. Jangan terlalu mahal seperti apa yang terjadi dewasa ini di Indonesia," jelasnya, Rabu (2/2).

Baginya, harga yang mencapai puluhan hingga ratusan juta itu sudah mengusik batinnya. Apalagi, tujuan Minaqu juga ingin agar tanaman hias menjadi terjangkau bagi semua orang. Perbanyakan dengan cara kultur jaringan mendorong market size yang lebih besar lagi.

Minaqu menyiapkan suplai sekira 1 juta tanaman Monstera albo. Sekira 300 ribu di antaranya telah mendapatkan pemilik, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan, Minaqu juga secara terbuka kepada petani tanaman hias yang ingin menjualnya kembali. Tentu saja, penjualan dengan harga murah namun tetap memberikan keuntungan bagi mereka.

Baca Juga: Menyita Perhatian Pecinta Tanaman Hias, Plan the Plants Juarai Kontes Bergengsi

Ia berpendapat, lonjakan harga tanaman hias sangat dipengaruhi oleh supply dan demand yang tidak seimbang. Untuk mengejar demand yang tinggi, mereka mencoba mengejar supply itu. Caranya, memperbanyak supply tanaman hias melalui cara yang tidak konvensional.

"Kualitas kultur jaringan itu tidak akan kalah dengan tanaman yang diproduksi secara konvensional. Karena pada prinsipnya, tanaman kultur jaringan itu kan sama-sama, tapi diperbanyak lagi di dalam laboratorium," jelas Ade.

"Jadi, kualitas dan kesesuaian dengan indukan itu sama, tidak akan berbeda. Dan ini sudah dilakukan di Thailand, Singapura, maupun Vietnam (para eksportir tanaman hias dunia)," sambungnya lagi.

Harga yang sangat bersaing itu pun menjadi langkah awal Minaqu mematok era industri tanaman hias. Ke depannya, tambah Ade, pihaknya bakal memperbanyak tanaman hias Monstera jenis lainnya dengan metode kultur jaringan. Khususnya yang kini memiliki harga-harga fantastis kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanaman Hias yang Mengubah...
Tanaman Hias yang Mengubah Hidup Sueb di Tajurhalang Bogor
FLOII Expo 2024 Tingkatkan...
FLOII Expo 2024 Tingkatkan Kolaborasi Industri Tanaman Hias Global
JPM Menjaga Eksistensi...
JPM Menjaga Eksistensi Tanaman Hias di Mata Dunia
Pecinta Tanaman Hias...
Pecinta Tanaman Hias Ingin JPM Jadi Event Tahunan
600 Ribu Bibit Tanaman...
600 Ribu Bibit Tanaman Hias Aglaonema Masih Impor, Wapres Terheran-heran
Lagi Hits, Ekspor Tanaman...
Lagi Hits, Ekspor Tanaman Hias Tembus Rp247 Miliar di 2021
Resmi Dibuka, FLOII...
Resmi Dibuka, FLOII Expo 2025 Dorong Ekspor Industri Hortikultura
Rahasia Monstera Tetap...
Rahasia Monstera Tetap Jadi Primadona Tanaman Hias Menurut Ahli IPB
Monstera Masih Jadi...
Monstera Masih Jadi Primadona Tren Tanaman Hias 2025, Sehelai Daun Dibanderol Rp100 juta
Rekomendasi
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved