Matahari Siap Buyback Saham Rp500 Miliar, Sinyal Bisnis Ritel Bangkit?
Senin, 07 Februari 2022 - 08:31 WIB
loading...
Matahari Department Store mengumumkan rencana pembelian kembali saham perseroan di 2022. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) mengumumkan rencana pembelian kembali saham perseroan sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan. Jumlah saham tersebut maksimal 262.614.878 lembar saham LPPF .
Adapun paling lambat buyback saham itu dilakukan hingga 3 Mei 2022. Berdasarkan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (7/2/2022), LPPF siapkan dana buyback saham sebesar Rp 500 miliar. Dana buyback saham itu termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya.
"Perseroan akan membatasi harga maksimal pembelian kembali saham 2022 sebesar Rp 4.700 per saham," tulis perseroan.
Baca Juga: Maret-Agustus, BRI Berencana Buyback Saham Rp3 Triliun
Pembelian kembali saham pada 2022 akan dilakukan baik melalui bursa atau di luar bursa dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan memperkirakan tidak ada dampak signifikan atas biaya pembelian kembali saham 2022 perseroan dan tidak ada penurunan pendapatan perseroan secara signifikan sebagai akibat dari pelaksanaan buyback saham 2022.
Adapun paling lambat buyback saham itu dilakukan hingga 3 Mei 2022. Berdasarkan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (7/2/2022), LPPF siapkan dana buyback saham sebesar Rp 500 miliar. Dana buyback saham itu termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya.
"Perseroan akan membatasi harga maksimal pembelian kembali saham 2022 sebesar Rp 4.700 per saham," tulis perseroan.
Baca Juga: Maret-Agustus, BRI Berencana Buyback Saham Rp3 Triliun
Pembelian kembali saham pada 2022 akan dilakukan baik melalui bursa atau di luar bursa dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan memperkirakan tidak ada dampak signifikan atas biaya pembelian kembali saham 2022 perseroan dan tidak ada penurunan pendapatan perseroan secara signifikan sebagai akibat dari pelaksanaan buyback saham 2022.
Lihat Juga :