PLN Bidik 86.063 Persil Tanah Tersertifikasi hingga Akhir 2022

Senin, 07 Februari 2022 - 21:44 WIB
loading...
PLN Bidik 86.063 Persil Tanah Tersertifikasi hingga Akhir 2022
Petugas PLN melakukan penggantian material cadang utama peralatan pemutus rangkaian listrik (PMT) pada suatu sistem tenaga listrik di GITET Gandul, Jakarta. Foto/Dok MPI/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) tercatat telah melakukan sertifikasi terhadap 71.026 persil tanah hingga akhir 2021 atau 67% dari total aset tanah perseroan sebanyak 106.656 persil.

Angka ini meningkat berkat adanya kerja sama antara PLN dan Kementerian ATR/BPN yang dimulai sejak 2019, di mana saat itu jumlah aset tanah PLN yang telah tersertifikasi baru 30%.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menargetkan 15.037 persil tanah dapat tersertifikasi pada 2022. Jika target pada 2022 dapat terealisasi maka aset tanah yang telah bersertifikat akan bertambah menjadi 86.063 persil tanah atau 81%.

Baca juga: PLN Pensiunkan 2 Pembangkit BBM, Kantongi Penghematan Rp20,6 Miliar

Oleh karena itu, kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) semakin dipererat guna mempercepat proses sertifikasi tanah ini.

"Kami menyadari bahwa tugas kami dalam mengamankan aset negara yang diamanahkan kepada PLN akan lebih menantang di kemudian hari. Dengan ditandatanganinya Komitmen Bersama pada hari ini, kami semakin yakin sinergi ini akan mampu memberikan hasil terbaik," ujarnya, Senin (7/2/2022).

Dia menargetkan semua aset negara yang dipakai PLN bisa 100% tersertifikasi pada 2023 mendatang. Terlebih, aset milik negara yang digunakan PLN ini dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kelistrikan yang andal bagi masyarakat.

Darmawan merinci dari total target aset yang telah mendapatkan sertifikat pada 2022 ini dibagi berdasarkan wilayah, untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan sebanyak 6.860 persil dengan sertifikat baru dan 83 perpanjangan.

Baca juga: Sertifikasi Tanah Milik Negara Tembus Target di 2021, Total Ada 27.109 Bidang Tanah

Wilayah Jawa, Madura, dan Bali sebanyak 4.556 persil tanah tersertifikat baru dan 189 persil tanah perpanjangan. Sementara itu, untuk wilayah Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara sebanyak 3.621 persil tanah bersertifikat baru dan 286 persil perpanjangan.

Selain itu, PLN akan mempercepat proses sertifikasi 50 persil aset tanah yang harus segera tersertifikasi untuk pembangunan pembangkit listrik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementrian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto menyampaikan, proses sertifikasi untuk PLN akan menjadi prioritas.

Seiring dengan pola kerja yang sudah terbentuk selama 2 tahun ini, dia pun optimistis target yang dicanangkan dapat tercapai dengan usaha bersama dari seluruh pihak.

"Khusus untuk tower, kita sudah usulkan untuk mengubah regulasi seperti bangunan highrise yang bisa langsung diperpanjang," kata Himawan.

Dia juga membeberkan rencana melakukan peralihan sertifikat ke elektronik khususnya bagi aset yang tidak banyak ditransaksikan seperti aset-aset milik PLN, sehingga keamanannya lebih terjamin.

Sekretaris Menteri BUMN Susyanto turut mengapresiasi kerja sama PLN dan Kementerian ATR/BPN selama ini. Menurutnya, pencapaian 67% dalam kurun waktu 2 tahun ini menjadi pencapaian yang luar biasa.

"Dari total aset BUMN sebesar Rp8.400 triliun, aset yang bermasalah nilainya mencapai Rp340 triliun dan sebagian besar berupa tanah," sebut Susyanto.



Dia pun menilai kerja sama antara PLN dan Kementerian ATR/BPN ini akan menjadi role model bagi BUMN lain yang memiliki aset tanah bermasalah.

"Saat ini sebanyak 82 BUMN memiliki permasalahan terkait aset tanah mereka. Bahkan ada 7 BUMN nilai aset yang bermasalah lebih dari Rp5 triliun," ungkapnya.

Dengan adanya contoh dari PLN, diharapkan permasalahan aset bermasalah BUMN dapat segera selesai. Sesuai dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo yang menargetkan seluruh bidang tanah di Nusantara terdaftar pada 2025.
(ind)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1924 seconds (11.210#12.26)