BKPM Sebut Target Realisasi Investasi 2020 Sulit Tercapai
Sabtu, 13 Juni 2020 - 10:55 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, BKPM akan terus menjaga iklim investasi dan memfasilitasi pelaku usaha dalam pengurusan perizinan berusaha. Menurut Bahlil, jika investasi mangrak tersebut bisa diselesaikan akan mampu mendongkrak realisasi investasi di tahun 2020 tanpa harus menunggu investor baru.
“Kita terus berupaya, mudah-mudahan selesai Agustus. Kalau ini mampu kita eksekusi izinnya selesai maka pertumbuhan realisasi investasi kita akan naik,” jelasnya.
Bahlil juga mengungkapkan perizinan usaha naik selama pandemi Covid-19. Perizinan usaha ini paling banyak berasal dari sektor industri kesehatan. (Lihat Foto: New Normal, Kawasan Caringin Tilu Bandung Ramai Pengunjung)
“Sebelum adanya pandemi rata rata itu 3.500-4.000 izin usaha dan sektor perdagangan yang paling tinggi. Namun pada era Covid naik menjadi 4.000-5.000 izin usaha per hari. Paling banyak dari sektor kesehatan,” ujar Bahlil.
Dia menjelaskan, hal ini bisa terjadi karena saat pandemi terjadi, pelaku usaha cenderung untuk bekerja di rumah dari pada ke lapangan. Sehingga aktivitas bisnis tidak terlalu aktif dalam produksi. “Pelaku usaha lebih cenderung mempersiapkan dalam hal internal, seperti mempersiapkan perizinan,” terangnya. (Oktiani Endarwati)
“Kita terus berupaya, mudah-mudahan selesai Agustus. Kalau ini mampu kita eksekusi izinnya selesai maka pertumbuhan realisasi investasi kita akan naik,” jelasnya.
Bahlil juga mengungkapkan perizinan usaha naik selama pandemi Covid-19. Perizinan usaha ini paling banyak berasal dari sektor industri kesehatan. (Lihat Foto: New Normal, Kawasan Caringin Tilu Bandung Ramai Pengunjung)
“Sebelum adanya pandemi rata rata itu 3.500-4.000 izin usaha dan sektor perdagangan yang paling tinggi. Namun pada era Covid naik menjadi 4.000-5.000 izin usaha per hari. Paling banyak dari sektor kesehatan,” ujar Bahlil.
Dia menjelaskan, hal ini bisa terjadi karena saat pandemi terjadi, pelaku usaha cenderung untuk bekerja di rumah dari pada ke lapangan. Sehingga aktivitas bisnis tidak terlalu aktif dalam produksi. “Pelaku usaha lebih cenderung mempersiapkan dalam hal internal, seperti mempersiapkan perizinan,” terangnya. (Oktiani Endarwati)
(ysw)
Lihat Juga :