Naik Gaji, Karyawan di Toko Online Ini Bisa Dapat Bayaran Rp4,9 Miliar
Minggu, 13 Februari 2022 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Seorang juru bicara Amazon mengkonfirmasi keaslian memo itu, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut. Selain meningkatkan gaji pokok, Amazon mengatakan juga menaikkan rentang kompensasi keseluruhan untuk sebagian besar pekerjaan secara global, dan "kenaikannya jauh lebih besar daripada yang telah kami lakukan di masa lalu," menurut memo itu.
Perubahan terjadi ketika Amazon seiring mendapatkan kecamanan dari karyawan yang menyebut gaji mereka di bawah pasar. Gaji pokok diyakini menjadi salah satu alasan utama bagi karyawan yang ingin meninggalkan perusahaan, seperti dilaporkan Business Insider pada bulan lalu, mengutip survei internal.
Baca Juga: 25 Miliarder Paling Dermawan di Amerika, Sumbangannya sampai Rp2.421 Triliun
Persaingan sektor tenaga kerja lebih ketat dari sebelumnya, terutama karena pandemi virus corona telah membuka ruang bagi pekerja untuk menuntut tunjangan dan gaji yang lebih baik.
Semakin banyak juga perusahaan yang menawarkan pengaturan kerja yang fleksibel, seperti bekerja jarak jauh atau hibrida. Itu membuat Amazon dan perusahaan teknologi lainnya mengakui bahwa apabila gagal menawarkan manfaat tersebut berpotensi merusak kemampuan mereka untuk menarik atau mempertahankan talenta yang ada.
Perubahan terjadi ketika Amazon seiring mendapatkan kecamanan dari karyawan yang menyebut gaji mereka di bawah pasar. Gaji pokok diyakini menjadi salah satu alasan utama bagi karyawan yang ingin meninggalkan perusahaan, seperti dilaporkan Business Insider pada bulan lalu, mengutip survei internal.
Baca Juga: 25 Miliarder Paling Dermawan di Amerika, Sumbangannya sampai Rp2.421 Triliun
Persaingan sektor tenaga kerja lebih ketat dari sebelumnya, terutama karena pandemi virus corona telah membuka ruang bagi pekerja untuk menuntut tunjangan dan gaji yang lebih baik.
Semakin banyak juga perusahaan yang menawarkan pengaturan kerja yang fleksibel, seperti bekerja jarak jauh atau hibrida. Itu membuat Amazon dan perusahaan teknologi lainnya mengakui bahwa apabila gagal menawarkan manfaat tersebut berpotensi merusak kemampuan mereka untuk menarik atau mempertahankan talenta yang ada.
Lihat Juga :