Neraca Dagang Indonesia Surplus 21 Bulan Beruntun
Selasa, 15 Februari 2022 - 13:18 WIB
loading...
Neraca dagang RI surplus 21 bulan berturut-turut. FOTO/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2022 surplus sebesar USD930 juta.
"Pada Januari 2022 terjadi surplus neraca perdagangan sebesar USD0,93 miliar. Ini terjadi karena ekspor kita masih lebih tinggi dibandingkan impor, di mana ekspor mencapai USD19,16 miliar, sedangkan impor kita USD18,23 miliar," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam pemaparan Neraca Perdagangan Januari 2022, Selasa (15/2/2022).
Baca Juga: BPS: Ekspor Indonesia Turun 14,29% di Januari 2022
Dia mengatakan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2022 mencapai USD19,16 miliar, turun 14,29% dibandingkan ekspor Desember 2021 yang sebesar USD22,36 miliar. Namun bila dibandingkan dengan ekspor Januari 2021 yang sebesar USD15,29 miliar, terjadi peningkatan 25,31%.
Untuk impor, nilainya mencapai USD18,23 miliar atau turun 14,62% dibandingkan Desember 2021 yang sebesar USD21,35 miliar. Sedangkan jika dibandingkan dengan Januari 2021 yang sebesar USD 13,33 miliar mengalami kenaikan 36,77%.
"Pada Januari 2022 terjadi surplus neraca perdagangan sebesar USD0,93 miliar. Ini terjadi karena ekspor kita masih lebih tinggi dibandingkan impor, di mana ekspor mencapai USD19,16 miliar, sedangkan impor kita USD18,23 miliar," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam pemaparan Neraca Perdagangan Januari 2022, Selasa (15/2/2022).
Baca Juga: BPS: Ekspor Indonesia Turun 14,29% di Januari 2022
Dia mengatakan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2022 mencapai USD19,16 miliar, turun 14,29% dibandingkan ekspor Desember 2021 yang sebesar USD22,36 miliar. Namun bila dibandingkan dengan ekspor Januari 2021 yang sebesar USD15,29 miliar, terjadi peningkatan 25,31%.
Untuk impor, nilainya mencapai USD18,23 miliar atau turun 14,62% dibandingkan Desember 2021 yang sebesar USD21,35 miliar. Sedangkan jika dibandingkan dengan Januari 2021 yang sebesar USD 13,33 miliar mengalami kenaikan 36,77%.
Lihat Juga :