Teten Akui Dana KUR Rp129 Triliun Belum Terserap UMKM
Sabtu, 13 Juni 2020 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bobby Gafur menyatakan, masih banyak UMKM yang belum mampu mengakses dana perbankan dikarenakan sulitnya memenuhi persyaratan, terutama terkait agunan.
"Dengan adanya perusahaan Fintech, seharusnya risk profile di perbankan akan terpotong. Di marketplace, kita bisa melihat kinerja UMKM dari trading history yang sudah dihasilkan," kata Bobby.
Jadi, bagi Bobby, dengan adanya analisa digital di marketplace, Fintech merupakan pintu baru bagi UMKM untuk dapat mengakses permodalan. Baca: Misbakhun Yakin Pelaku Usaha Kecil Mampu Bangkit di Era New Normal
"Bahkan, saya mengusulkan, dengan masih sulitnya UMKM mengakses KUR, bank pelaksana KUR bisa bekerja sama dengan perusahaan Fintech," jelas Bobby.
Dalam kesempatan yang sama, COO KoinWorks Bernard Arifin menyatakan siap bekerjasama atau menjadi jalur untuk menyalurkan KUR. "Selama ini juga kita sudah biasa dan sering membiayai UMKM," pungkas Bernard.
"Dengan adanya perusahaan Fintech, seharusnya risk profile di perbankan akan terpotong. Di marketplace, kita bisa melihat kinerja UMKM dari trading history yang sudah dihasilkan," kata Bobby.
Jadi, bagi Bobby, dengan adanya analisa digital di marketplace, Fintech merupakan pintu baru bagi UMKM untuk dapat mengakses permodalan. Baca: Misbakhun Yakin Pelaku Usaha Kecil Mampu Bangkit di Era New Normal
"Bahkan, saya mengusulkan, dengan masih sulitnya UMKM mengakses KUR, bank pelaksana KUR bisa bekerja sama dengan perusahaan Fintech," jelas Bobby.
Dalam kesempatan yang sama, COO KoinWorks Bernard Arifin menyatakan siap bekerjasama atau menjadi jalur untuk menyalurkan KUR. "Selama ini juga kita sudah biasa dan sering membiayai UMKM," pungkas Bernard.
(bon)
Lihat Juga :