Indonesia Tambah Utang Lagi, ADB Beri Pinjaman Rp2,13 Triliun
Rabu, 16 Februari 2022 - 12:26 WIB
loading...
A
A
A
Pinjaman kepada Pemerintah Indonesia akan dipinjamkan kembali kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), atau PT SMI, lembaga pembiayaan infrastruktur milik negara, yang akan mengelola fasilitas tersebut. ADB juga menyetujui bantuan teknis untuk membantu memperkuat kemampuan PT SMI dalam mengimplementasikan fasilitas tersebut dan pada akhirnya memperluas layanan perusahaan untuk mendukung peminjam lain dan mengkatalisasi pendanaan swasta.
Bantuan teknis didanai dengan USD1,2 juta dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dan USD375.000 dari Dana Khusus Kemitraan Pengembangan Sektor Keuangan Luksemburg.
"Indonesia adalah penghasil emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar kelima di dunia dan menyumbang lebih dari setengah emisi GRK di Asia Tenggara," kata Senior Financial Sector Specialist ADB Benita Ainabe.
Dengan model keuangan inovatif yang menggabungkan standar hijau global, SIO-GFF akan membantu Indonesia fokus pada infrastruktur yang tahan iklim saat pulih dari pandemi Covid-19. "Kami berharap dapat membangun pengalaman kami di Indonesia untuk memperluas pendekatan ke negara-negara lain di kawasan ini," kata dia.
Kebutuhan pembiayaan infrastruktur tahunan yang disesuaikan dengan iklim Indonesia dari tahun 2016 hingga 2020 diperkirakan rata-rata mencapai USD74 miliar, dengan kesenjangan pembiayaan infrastruktur tahunan sebesar USD51 miliar, menurut laporan ADB.
Bantuan teknis didanai dengan USD1,2 juta dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dan USD375.000 dari Dana Khusus Kemitraan Pengembangan Sektor Keuangan Luksemburg.
"Indonesia adalah penghasil emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar kelima di dunia dan menyumbang lebih dari setengah emisi GRK di Asia Tenggara," kata Senior Financial Sector Specialist ADB Benita Ainabe.
Dengan model keuangan inovatif yang menggabungkan standar hijau global, SIO-GFF akan membantu Indonesia fokus pada infrastruktur yang tahan iklim saat pulih dari pandemi Covid-19. "Kami berharap dapat membangun pengalaman kami di Indonesia untuk memperluas pendekatan ke negara-negara lain di kawasan ini," kata dia.
Kebutuhan pembiayaan infrastruktur tahunan yang disesuaikan dengan iklim Indonesia dari tahun 2016 hingga 2020 diperkirakan rata-rata mencapai USD74 miliar, dengan kesenjangan pembiayaan infrastruktur tahunan sebesar USD51 miliar, menurut laporan ADB.
Lihat Juga :