Akselerasi Inklusi Keuangan UKM, LPEI Hadirkan Peserta Rintisan Eksportir Baru di G20
Jum'at, 18 Februari 2022 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
UKM berorientasi ekspor hasil program CPNE ini dapat ditemui pada stand Rumah Joglo dan Rumah Minahasa di JCC, Senayan. Produk-produknya pun cukup variatif, seperti fashion, kerajinan tangan dan dekorasi rumah, sampai dengan aksesoris. Lebih uniknya lagi, alat tenun bukan mesin (ATBM) dari salah satu mitra binaan yang memproduksi kain sarung diboyong langsung ke JCC dan menarik perhatian sejumlah delegasi, bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Baca juga: 4 Negara yang Masyarakatnya Hobi Jalan Kaki, Indonesia Urutan Berapa?
Program jasa konsultasi CPNE merupakan salah satu mandat pemerintah melalui undang-undang kepada LPEI untuk menciptakan eksportir baru. Program pendampingan dan pelatihan selama satu tahun ini juga tetap dilakukan LPEI pada masa pandemi dan telah melahirkan lebih dari 2.000 alumnus. Harapannya tentu adalah inklusi keuangan yang berkelanjutan kepada UKM dapat terakselerasi khususnya terkait ekspor sesuai dengan salah satu agenda finance track pada presidensi G-20 Indonesia yaitu “Financial Inclusion: Digital and SMEs”.
Baca juga: 4 Negara yang Masyarakatnya Hobi Jalan Kaki, Indonesia Urutan Berapa?
Program jasa konsultasi CPNE merupakan salah satu mandat pemerintah melalui undang-undang kepada LPEI untuk menciptakan eksportir baru. Program pendampingan dan pelatihan selama satu tahun ini juga tetap dilakukan LPEI pada masa pandemi dan telah melahirkan lebih dari 2.000 alumnus. Harapannya tentu adalah inklusi keuangan yang berkelanjutan kepada UKM dapat terakselerasi khususnya terkait ekspor sesuai dengan salah satu agenda finance track pada presidensi G-20 Indonesia yaitu “Financial Inclusion: Digital and SMEs”.
(uka)
Lihat Juga :