Harga CPO Melonjak, Minyak Goreng di Indonesia Bakal Makin Langka?
Senin, 21 Februari 2022 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Data Intertek Testing Services and Amspec Agri menunjukkan bahwa data ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1 - 20 Februari mengalami pertumbuhan antara 24,9% dan 29% dibandingkan minggu yang sama pada Januari.
"Fundamental CPO masih tetap kuat karena produksi yang terbatas, sementara peningkatan ekspor Malaysia dimungkinkan membuat persediaan akhir Februari turun," kata Anilkumar Bagani, Head of Research Sunvin Group yang berbasis di Mumbai India, dilansir Reuters, Senin (21/2/2022).
Baca juga: Minyak Goreng Curah Rp11.500 per Liter Sulit Didapat, Pedagang dan Konsumen Ngeluh
Pasar minyak nabati juga tengah terombang-ambing oleh kekhawatiran atas gagalnya panen kedelai di sejumlah negara di Amerika Selatan yang dilanda kekeringan, yang selanjutnya dapat memperketat pasokan global.
Sebagai importir terbesar, India telah memesan 100.000 ton minyak kedelai dari Amerika Serikat karena terbatasnya pasokan dari Amerika Selatan, dan juga pada saat harga minyak sawit saingan mencapai rekor tertinggi.
"Fundamental CPO masih tetap kuat karena produksi yang terbatas, sementara peningkatan ekspor Malaysia dimungkinkan membuat persediaan akhir Februari turun," kata Anilkumar Bagani, Head of Research Sunvin Group yang berbasis di Mumbai India, dilansir Reuters, Senin (21/2/2022).
Baca juga: Minyak Goreng Curah Rp11.500 per Liter Sulit Didapat, Pedagang dan Konsumen Ngeluh
Pasar minyak nabati juga tengah terombang-ambing oleh kekhawatiran atas gagalnya panen kedelai di sejumlah negara di Amerika Selatan yang dilanda kekeringan, yang selanjutnya dapat memperketat pasokan global.
Sebagai importir terbesar, India telah memesan 100.000 ton minyak kedelai dari Amerika Serikat karena terbatasnya pasokan dari Amerika Selatan, dan juga pada saat harga minyak sawit saingan mencapai rekor tertinggi.
Lihat Juga :