Rusia Akui Kemerdekaan Ukraina Timur, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi USD98/Barel
Selasa, 22 Februari 2022 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Langkah Rusia secara efektif mengakhiri pembicaraan damai di kawasan itu, yang telah berada di bawah gencatan senjata selama bertahun-tahun.
'Lautan Merah'
Investor ekuitas juga gelisah tentang perkembangan ekonomi global yang masih belum pulih dari dampak pandemi virus corona. Indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir lebih dari 2%. Shanghai Composite turun 1,4% pada sesi siang.
Kontrak berjangka untuk S&P 500 mundur 1,6%. Indeks Dow Jones turun 1,4%, sementara Nasdaq 100 berjangka menyerah 2,2%. "Kemungkinan perang ada di depan pikiran investor," kata Song Seng Wun, Ekonom di CIMB Private Banking.
Song mengatakan pasar menjadi 'lautan merah'. "Ada kekhawatiran bahwa biaya pengiriman yang sudah berada di level tinggi, akan naik lebih tinggi karena gangguan permintaan-pasokan," katanya kepada BBC.
Vishnu Varathan, Kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank, mengatakan tidak jelas apakah langkah Rusia akan memicu konflik besar-besaran. "Untuk saat ini, sanksi tampaknya menjadi port of call pertama," katanya.
'Lautan Merah'
Investor ekuitas juga gelisah tentang perkembangan ekonomi global yang masih belum pulih dari dampak pandemi virus corona. Indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir lebih dari 2%. Shanghai Composite turun 1,4% pada sesi siang.
Kontrak berjangka untuk S&P 500 mundur 1,6%. Indeks Dow Jones turun 1,4%, sementara Nasdaq 100 berjangka menyerah 2,2%. "Kemungkinan perang ada di depan pikiran investor," kata Song Seng Wun, Ekonom di CIMB Private Banking.
Song mengatakan pasar menjadi 'lautan merah'. "Ada kekhawatiran bahwa biaya pengiriman yang sudah berada di level tinggi, akan naik lebih tinggi karena gangguan permintaan-pasokan," katanya kepada BBC.
Vishnu Varathan, Kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank, mengatakan tidak jelas apakah langkah Rusia akan memicu konflik besar-besaran. "Untuk saat ini, sanksi tampaknya menjadi port of call pertama," katanya.
Lihat Juga :