Kinerja Membaik, BCA Life Bukukan Pendapatan Premi Rp1,34 Triliun
Selasa, 22 Februari 2022 - 19:10 WIB
loading...
BCA Life catatkan kinerja signifikan di tahun 2021. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19, BCA Life berhasil membukukan kinerja keuangan yang cukup baik. Pada tahun kedua masa pandemi atau 2021, BCA Life mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp1,34 triliun, naik sebesar 34,5% dibandingkan pada 2020. Di segi aset pun naik naik 31,5% atau menjadi Rp1,93 triliun dibanding 2020.
Baca juga: Di Hadapan Komisi VII, Bos MIND ID: Alhamdulillah Utang Turun Rp13,8 Triliun
Presiden Direktur dan CEO BCA Life Rio Winardi menjelaskan, dampak pandemi yang dirasakan oleh seluruh industri, termasuk industri asuransi jiwa, membuat laba komprehensif BCA Life 2021 mengalami penurunan 56,1% menjadi sebesar Rp40,2 miliar dibandingkan 2020.
"Selama masa pandemi banyak peristiwa terjadi yang mengakibatkan peningkatan angka kasus meninggal dunia dibanding tahun-tahun sebelumnya, khususnya yang disebabkan oleh Covid-19. Hal ini tecermin dari kewajiban yang dibayarkan BCA Life khususnya untuk klaim dan manfaat, karena pada tahun 2021 jumlahnya mencapai Rp786,7 miliar atau naik sebesar 78,1% dibandingkan tahun 2020," ujar Rio, Selasa (22/2/2022).
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan komitmen BCA Life untuk memenuhi kewajiban dan memberikan layanan terbaik bagi nasabah dan keluarga. Dalam hal kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya. Bahkan, pihaknya terus menjaga rasio pencapaian solvabilitas jauh di atas batas minimum yang disyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu sebesar 323,8%.
“Dampak pandemi sungguh sangat kami rasakan pada tahun 2021, begitu juga para nasabah kami yang terdampak Covid-19. Oleh karena itu, kami terus berkomitmen melakukan pemenuhan kewajiban klaim nasabah dengan cepat agar keluarga dan ahli waris yang ditinggalkan dapat terus mencapai impian dan rencana keuangan yang sudah dibuat,” kata dia.
Baca juga: Di Hadapan Komisi VII, Bos MIND ID: Alhamdulillah Utang Turun Rp13,8 Triliun
Presiden Direktur dan CEO BCA Life Rio Winardi menjelaskan, dampak pandemi yang dirasakan oleh seluruh industri, termasuk industri asuransi jiwa, membuat laba komprehensif BCA Life 2021 mengalami penurunan 56,1% menjadi sebesar Rp40,2 miliar dibandingkan 2020.
"Selama masa pandemi banyak peristiwa terjadi yang mengakibatkan peningkatan angka kasus meninggal dunia dibanding tahun-tahun sebelumnya, khususnya yang disebabkan oleh Covid-19. Hal ini tecermin dari kewajiban yang dibayarkan BCA Life khususnya untuk klaim dan manfaat, karena pada tahun 2021 jumlahnya mencapai Rp786,7 miliar atau naik sebesar 78,1% dibandingkan tahun 2020," ujar Rio, Selasa (22/2/2022).
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan komitmen BCA Life untuk memenuhi kewajiban dan memberikan layanan terbaik bagi nasabah dan keluarga. Dalam hal kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya. Bahkan, pihaknya terus menjaga rasio pencapaian solvabilitas jauh di atas batas minimum yang disyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu sebesar 323,8%.
“Dampak pandemi sungguh sangat kami rasakan pada tahun 2021, begitu juga para nasabah kami yang terdampak Covid-19. Oleh karena itu, kami terus berkomitmen melakukan pemenuhan kewajiban klaim nasabah dengan cepat agar keluarga dan ahli waris yang ditinggalkan dapat terus mencapai impian dan rencana keuangan yang sudah dibuat,” kata dia.
Lihat Juga :