alexametrics

Menperin akui gagal tingkatkan daya saing industri

loading...
Menperin akui gagal tingkatkan daya saing industri
Menteri Perindustrian, MS Hidayat/Foto: Ist
A+ A-
Sindonews.com - Pagi ini, Menteri Perindustrian MS Hidayat memberikan dua Pekerjaan Rumah (PR) yang harus segera diselesaikan sebelum 2014 untuk atasannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu reformasi birokrasi dan pembangunan infrastruktur.

Namun, ternyata Hidayat sendiri belum menyelesaikan PR-nya sendiri sejak dia diangkat menjadi Menperin pada 2009 lalu.

"Tiga tahun lalu saya dipanggil Presiden, disuruh jadi Menteri. Saya menghadapi dua hal. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang decline dua persen akibat krisis di Amerika. Yang kedua, mulai diimplementasikannya ASEAN-China Free Trade Area (FTA)," tutur Hidayat dalam Rakernas REI di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/12/2012).



Dari dua PR yang harus diselesaikannya tersebut, Hidayat mengakui baru berhasil meningkatkan kontribusi industri bagi Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, dia mengakui gagal total dalam meningkatkan daya saing industri dalam negeri menghadapi barang impor dari China.

"Sekarang ini pada 2012 kita mengetahui bahwa industri pada akhir 2011 dari 2,5 persen menjadi 8,5 persen untuk sektor non migas. Dan FTA dengan China kita menghadapi masalah, kita kalah bersaing," jelas dia.

Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan bahwa pemerintah harus segera membenahi birokrasi agar Indonesia tidak tergilas dalam ASEAN-China FTA yang akan mulai diberlakukan pada 2015 mendatang.

"2015 kalau kita nggak berkompetisi, kita akan tersingkir. Jadi inefisiensi birokrasi harus dibenahi," tutup Hidayat.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak