Rusia-Ukraina Perang, Rupiah Hari Ini Ikut Meriang

Kamis, 24 Februari 2022 - 17:41 WIB
loading...
Rusia-Ukraina Perang,...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah. Foto/Dok SINDOnews/Adam Erlangga
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini ditutup melemah 54 poin ke level Rp14.391 dibandingkan sebelumnya di level Rp14.337. Pelemahan mata uang Garuda hari ini dibayangi sentiment perang Rusia-Ukraina.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya pada hari ini setelah Ukraina mengumumkan keadaan darurat dan Rusia mengirim pasukan ke Ukraina timur.

"Separatis di Donbass Ukraina (Donbas) meminta bantuan Rusia dalam memukul mundur ‘agresi’ pada hari Rabu. Ukraina menanggapi dengan mengumumkan wajib militer dan keadaan darurat," terang Ibrahim dalam risetnya, Kamis (24/2/2022).

Baca juga: China Ajak Negara G20 di Asia Kompak Buang Dolar AS, Apa Untungnya?

Selain itu, keadaan darurat telah diumumkan di Ukraina, dan Rusia mulai mengevakuasi kedutaan besarnya di Ibu Kota Ukraina, Kiev.

Negara-negara Barat pun bereaksi dengan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, dengan AS bergabung dengan Jerman dalam memberikan sanksi pada pipa gas Nord Stream 2 yang menghubungkan Jerman dan Rusia.

Uni Eropa memasukkan daftar hitam anggota parlemen Rusia dengan membekukan aset mereka dan melarang perjalanan. Saham global jatuh setelah presiden Rusia Vladimir Putin memberikan lampu hijau untuk operasi militer di Ukraina timur pada hari sebelumnya.

Baca juga: Putin Seru Tentara Ukraina Menyerah: Segera Letakkan Senjata dan Pulang!

Di Asia Pasifik, Bank of Korea mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada 1,25% karena menurunkan keputusan kebijakannya pada hari sebelumnya.

Sementara itu dari sentimen domestik, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada bulan Januari mengalami surplus Rp28,9 triliun atau melonjak 163,5% dibandingkan tahun lalu yang mengalami deficit Rp45,5 triliun.

Surplus APBN ini didorong oleh penerimaan pajak yang mencapai 59,39% atau secara tahunan menjadi Rp109,1 triliun dibandingkan pada tahun lalu yaitu sebesar Rp69,45 triliun.

Jika dirinci untuk PPh non migas telah dikumpulkan sebesar Rp61,14 triliun atau naik sangat tinggi yaitu 56,7% dibandingkan tahun lalu penerimaan pajak non migas mengalami kontraksi 15,7%.



Adapun untuk PPN dan PPnBM, kontribusi terhadap kegiatan ekonomi mengalami pertumbuhan sangat tinggi yaitu mencapai 45,86% atau terkumpul Rp38,43 triliun. Di mana pada tahun lalu PPN dan PPnBM mengalami kontraksi 14,8%.

Lebih lanjut, Ibrahim menyebut kenaikan yang luar biasa tinggi dari penerimaan pajak tentu menjadi hal yang patut disyukuri namun juga harus diwaspadai karena kenaikan ini tentu tidak terus menerus akan berlangsung.

Lebih lanjut, Ibrahim manyampaikan proyeksi untuk perdagangan besok, di mana rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di kisaran Rp14.370 - Rp14.420.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Dipersulit Sarwendah...
Dipersulit Sarwendah Ketemu Anak, Ruben Onsu Banjir Dukungan dari Teman Artis
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved