Hadapi Invasi Rusia, Ukraina Bakal Dapat Bantuan IMF Rp31,62 Triliun
Sabtu, 26 Februari 2022 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Konflik juga dapat mengubah hitung-hitungan Federal Reserve untuk mengatasi tingginya inflasi di Amerika Serikat, seperti diungkapkan seorang pejabat bank sentral kemarin.
The Fed atau Bank Sentral AS pada bulan depan diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Covid-19, tetapi kemungkinan terbaru mereka harus bergerak lebih agresif jika krisis Ukraina mengganggu komoditas dan menaikkan harga.
Presiden Cleveland Federal Reserve Bank, Loretta Mester mengutarakan, bank sentral AS akan memantau dampak konflik terhadap ekonomi terbesar di dunia.
"Implikasi dari situasi yang sedang berlangsung di Ukraina untuk prospek ekonomi jangka menengah di AS juga akan menjadi pertimbangan dalam menentukan kecepatan yang tepat untuk menghapus akomodasi," katanya dalam sebuah pidato.
The Fed atau Bank Sentral AS pada bulan depan diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Covid-19, tetapi kemungkinan terbaru mereka harus bergerak lebih agresif jika krisis Ukraina mengganggu komoditas dan menaikkan harga.
Presiden Cleveland Federal Reserve Bank, Loretta Mester mengutarakan, bank sentral AS akan memantau dampak konflik terhadap ekonomi terbesar di dunia.
"Implikasi dari situasi yang sedang berlangsung di Ukraina untuk prospek ekonomi jangka menengah di AS juga akan menjadi pertimbangan dalam menentukan kecepatan yang tepat untuk menghapus akomodasi," katanya dalam sebuah pidato.
(akr)
Lihat Juga :