Menakar Potensi Dampak Konflik Rusia Ukraina ke Ekonomi Indonesia
Sabtu, 26 Februari 2022 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Relasi Ukraina yang semakin dekat dengan Amerika Serikat (AS) dan NATO juga dinilai menjadi sumber ketegangan dengan Rusia. Rusia khawatir masuknya Ukraina ke NATO bakal menimbulkan ancaman bagi wilayah mereka, di mana Ukraina yang berbatasan langsung dengan Rusia dapat menjadi garda depan NATO untuk menyerang Rusia. Presiden Rusia, Putin, pun juga mengungkapkan Amerika Serikat berencana mengendalikan negaranya.
Dampak Ekonomi Konflik Geopolitik Rusia-Ukraina secara Global
Konflik geopolitik Rusia dengan Ukraina tentunya dikhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi seluruh negara di dunia yang sedang berusaha untuk bangkit dari pandemi Covid-19. Konflik juga dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran aktivitas ekspor dan impor antara Rusia dan negara Eropa lainnya, di mana Ukraina berperan penting sebagai pengikat kedua belah pihak.
Konflik ini juga membuat para investor global pesimis berinvestasi di sejumlah negara berkembang lainnya. Hal ini dapat dilihat, dari indeks Dow Jones Industrial Average yang ditutup turun sekitar 1,8%, diikuti indeks S&P 500 yang juga anjlok 2,1% ke 4.380,3 dan Nasdaq Composite yang terkoreksi turun 2,9% ke 13.716,7 pada Kamis (17/2).
Selain itu, bursa Asia juga ikut terkoreksi tajam menyusul Wall Street. Jumat (18/2), indeks Nikkei 225 terlihat anjlok 1,2% ke 26.903,6 - diikuti oleh indeks Hang Seng yang turut melemah 0,6% ke 23.633,7. Hal tersebut terjadi karena investor beralih ke aset safe haven seperti obligasi dan emas yang dinilai lebih aman, menyusul ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang semakin memanas.
Dampak Ekonomi Konflik Geopolitik Rusia-Ukraina secara Global
Konflik geopolitik Rusia dengan Ukraina tentunya dikhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi seluruh negara di dunia yang sedang berusaha untuk bangkit dari pandemi Covid-19. Konflik juga dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran aktivitas ekspor dan impor antara Rusia dan negara Eropa lainnya, di mana Ukraina berperan penting sebagai pengikat kedua belah pihak.
Konflik ini juga membuat para investor global pesimis berinvestasi di sejumlah negara berkembang lainnya. Hal ini dapat dilihat, dari indeks Dow Jones Industrial Average yang ditutup turun sekitar 1,8%, diikuti indeks S&P 500 yang juga anjlok 2,1% ke 4.380,3 dan Nasdaq Composite yang terkoreksi turun 2,9% ke 13.716,7 pada Kamis (17/2).
Selain itu, bursa Asia juga ikut terkoreksi tajam menyusul Wall Street. Jumat (18/2), indeks Nikkei 225 terlihat anjlok 1,2% ke 26.903,6 - diikuti oleh indeks Hang Seng yang turut melemah 0,6% ke 23.633,7. Hal tersebut terjadi karena investor beralih ke aset safe haven seperti obligasi dan emas yang dinilai lebih aman, menyusul ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang semakin memanas.
(akr)
Lihat Juga :