Seberapa Ampuh Sanksi-sanksi Ekonomi Buat Rusia? Ini Pendapat Ekonom

Sabtu, 26 Februari 2022 - 15:28 WIB
loading...
Seberapa Ampuh Sanksi-sanksi...
Seberapa ampuh sanksi ekonomi dari negara-negara blok barat seperti Amerika Serikat, Uni Eropa hingga Inggris yang telah dijatuhkan kepada Rusia atas serangan militernya kepada Ukraina. Foto/Ilustrasi, Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Sanksi ekonomi dari negara-negara blok barat seperti Amerika Serikat, Uni Eropa hingga Inggris telah dijatuhkan kepada Rusia atas serangan militernya kepada Ukraina. Dengan harapan tekanan dari sektor ekonomi mampu menahan agresi militer Rusia terhadap Ukraina, namun seberapa ampuhkah sanksi ekonomi tersebut?

"Rusia sudah terbiasa menerima sanksi dari (negara-negara) barat. Bagi Rusia, sanksi tidak menyurutkan keuntungan dari booming harga komoditas khususnya gas bumi," ujar ekonom CELIOS, Bhima Yudistira kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (26/2/2022).

Baca Juga: Rusia Punya Dana Cadangan Rp9.037 Triliun Hadapi Sanksi yang Dipimpin AS

Menurut Bhima, China sebagai negara sekutu Rusia juga siap menampung kelebihan pasokan gas bumi dan komoditas yang tidak bisa diekspor Rusia ke negara lain. Rusia dinilai sudah mempersiapkan konsekuensi invasi ke Ukraina dari segala bentuk sanksi.

"Termasuk skema pembayaran komoditas menggunakan kripto yang tidak dapat dilacak oleh otoritas negara barat," tuturnya.

Sanksi ini diketahui menyasar pengusaha Rusia, perbankan, konglomerat dan sekutu dekat Presiden Rusia, Vladimir Putin hingga pejabat pemerintahan di Rusia itu sendiri. Juru bicara Kremlin, kantor kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov menegaskan, Rusia akan membalas sanksi-sanksi ekonomi tersebut.

Hal ini membuat konflik Ukraina dan Rusia di kawasan tersebut semakin mendidih. Sementara, pertumbuhan ekonomi Rusia sendiri diproyeksi rendah oleh IMF dan Bank Dunia, mencapai tidak lebih dari 2,8% tahun ini.

Baca Juga: Hadapi Invasi Rusia, Ukraina Bakal Dapat Bantuan IMF Rp31,62 Triliun

Sebelumnya disebutkan pada Januari tahun ini, cadangan internasional pemerintah China dalam valuta asing dan emas, berada pada rekor tertinggi yakni senilai lebih dari USD630 miliar yang setara dengan Rp9.037 triliun (Kurs Rp14.345 per USD).

Jumlah cadangan tersebut menjadi tertinggi keempat di dunia dan itu dapat digunakan untuk membantu menopang mata uang Rusia, rubel untuk beberapa waktu yang cukup lama. Terutama ketika hanya sekitar 16% dari devisa Rusia saat ini yang benar-benar disimpan dalam bentuk dolar, turun dari 40% lima tahun lalu. Sekitar 13% sekarang disimpan dalam bentuk renminbi China.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Rekomendasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved