Menguak Harta Karun Donetsk, Wilayah Ukraina yang Diakui Putin Jadi Negara Merdeka

Minggu, 27 Februari 2022 - 05:33 WIB
loading...
A A A
Pada Januari 2009, ketika produksi turun drastis industri sama dengan sepertiga di seluruh Ukraina. Donetsk merupakan 10 persen dari populasi Ukraina dan menyediakan 20 persen dari PDB-nya, sebuah fakta yang sering menarik perhatian politisi lokal. Mereka beralasan bahwa kekayaan kawasan harus dihabiskan di sana daripada memberi makan seluruh negara.

Kebanyakan orang di Oblast (atau Donbas) berbicara bahasa Rusia, bukan bahasa Ukraina. Hampir 50% orang yang tinggal di kota Donetsk digolongkan sebagai etnis Rusia. Terlepas dari tekanan ekonomi yang dialami Ukraina pada 2011, sejumlah tambang batu bara Donbas dan pabrik baja Donetskstal masih bekerja keras.

Konflik Sejak 2014

Wilayah tersebut telah terjebak dalam konflik bersenjata dengan tentara Kyiv sejak pemberontakan bersenjata yang didukung Kremlin menyusul pencaplokan Krimea oleh Rusia pada tahun 2014. Kemerdekaan yang diproklamasikan setelah referendum, tidak diakui oleh komunitas internasional.

Kyiv dan Barat mengatakan Rusia menghasut pemberontakan timur, memasok senjata dan pasukan melintasi perbatasan untuk mendukung mereka. Puncaknya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, pada awal pekan kemarin bahwa dia mengakui kemerdekaan mereka yakni Donetsk dan Luhansk.

Donbas juga berada di jantung pertempuran budaya antara Kyiv dan Moskow, yang mengatakan bahwa wilayah tersebut sebagian besar Ukraina timur, berbahasa Rusia dan perlu dilindungi dari nasionalisme Ukraina. Wilayah Donbas di Ukraina timur menjadi titik awal pecahnya perang Rusia dan Ukraina yang kini memasuki hari ketiga.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Mitigasi Risiko Blackout,...
Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Rekomendasi
Volkswagen Group Akan...
Volkswagen Group Akan Hentikan Produksinya Setengah pada 2030
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Infografis
Setelah Ukraina, Negara...
Setelah Ukraina, Negara NATO Ini Jadi Target Rusia Berikutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved