Dugaan Konflik Lahan Sawit di Jambi, Ini Kata Warga dan Suku Anak Dalam
Minggu, 27 Februari 2022 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
Bantuan tersebut di antaranya di bidang pendidikan dengan memberikan beasiswa secara gratis kepada warga SAD. “Setahu saya ada tiga warga kami yang sekarang ini sedang dikuliahkan lewat bantuan dari PT SAL,” ungkapnya.
Terkait kabar konflik lahan, Tumenggung Tarib justru mempertanyakan asal mula kabar tersebut. Sebagai warga yang sudah hidup lama di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, dia merasa belum melihat adanya konflik lahan dengan pihak perusahaan.
“Konflik yang mana? Sejauh ini semuanya sudah berjalan dengan sangat baik. Kami justru merasa terbantu dengan adanya sejumlah bantuan dari pihak perusahaan, dalam hal ini adalah PT SAL,” bebernya.
Baca juga: Minyak Goreng Kelapa, Ini 6 Kelebihannya Dibandingkan yang Berasal dari Sawit
Sementara itu, Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS-SAD) menilai kehadiran perusahaan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Air Hitam dan kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas telah memberikan peran positif.
Menurut Idris Sardi yang menjadi perwakilan dari FKPS-SAD, semua pihak saat ini sudah saling bersinergi positif di dalam mendukung penguatan SAD.
Idris menjelaskan sebelumnya sudah pernah dilakukan pertemuan dengan Komnas HAM, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertahanan Nasional (BPN) dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Jambi. Pertemuan itu membahas terkait adanya dugaan konflik lahan warga SAD dan PT SAL.
Terkait kabar konflik lahan, Tumenggung Tarib justru mempertanyakan asal mula kabar tersebut. Sebagai warga yang sudah hidup lama di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, dia merasa belum melihat adanya konflik lahan dengan pihak perusahaan.
“Konflik yang mana? Sejauh ini semuanya sudah berjalan dengan sangat baik. Kami justru merasa terbantu dengan adanya sejumlah bantuan dari pihak perusahaan, dalam hal ini adalah PT SAL,” bebernya.
Baca juga: Minyak Goreng Kelapa, Ini 6 Kelebihannya Dibandingkan yang Berasal dari Sawit
Sementara itu, Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS-SAD) menilai kehadiran perusahaan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Air Hitam dan kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas telah memberikan peran positif.
Menurut Idris Sardi yang menjadi perwakilan dari FKPS-SAD, semua pihak saat ini sudah saling bersinergi positif di dalam mendukung penguatan SAD.
Idris menjelaskan sebelumnya sudah pernah dilakukan pertemuan dengan Komnas HAM, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertahanan Nasional (BPN) dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Jambi. Pertemuan itu membahas terkait adanya dugaan konflik lahan warga SAD dan PT SAL.
Lihat Juga :