Selalu Rugi! Nasib BUMN Kereta Api AS Harus Jadi Cermin Kereta Cepat Indonesia

Minggu, 06 Maret 2022 - 17:17 WIB
loading...
A A A
Pada awal 2000-an Pemerintah AS berusaha membuat keuangan Amtrax stabil dengan mencoba meningkatkan penumpang dan mengimplementasikan Acela Express, layanan kereta yang berjalan dengan kecepatan maksimum 150 mph (240 km per jam). Tetapi rencana itu gagal karena Atmtrax masih memiliki utang dalam jumlah besar karena bertahun-tahun kekurangan dana.

Hingga saat ini, Amtrax masih memiliki margin keuntungan yang rendah dan sangat bergantung pada subsidi untuk beroperasi. Menurut laporan fiskal perusahaan 2017, Amtrax memiliki total pendapatan USD3,3 miliar. Sayangnya capaian itu tak cukup bagi Amtrax untuk mencipatakan keuntungan, sehingga kerugian operasional masih tercatat sebesar USD194 juta.

Cara lain ditempuh untuk mengatasi keuangan Amtrax. Misalnya, mengoptimalkan layanan jalur-jalur yang menguntungkan untuk menutupi kerugian jalur lainnya. Masalahnya, kebijakan itu membuat harga tiket menjadi mahal, sehingga tak mampu juga mengatasi masalah keuangan Amtrax.

Penyebab kerugian kereta amtrax adalah layanan mereka berjalan di sepanjang 21.400 mil jalur kereta, tapi yang menjadi milik sendiri hanya 640 miles. Sehingga mereka harus membayar kepada perusahaan kereta lainnya karena menyewa jalur.

Baca juga: Ayat-ayat Al Qur'an Tentang Cinta dan Jodoh, Bisa Diamalkan sebagai Doa

Semoga saja, nasib Amtrax nantinya tak akan menular ke operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Jakarta-Surabaya. Makanya, operator kereta cepat kita tak sembarang menentukan harga tiket sehingga menjadi mahal.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Rekomendasi
Norwegia Siap Laporkan...
Norwegia Siap Laporkan FIFA, Protes Campur Tangan Trump dalam Kasus Kartu Merah Balogun
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
Berita Terkini
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Infografis
Bangga! Negara-negara...
Bangga! Negara-negara Ini Ternyata Beli Kereta Api dari Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved