Selalu Rugi! Nasib BUMN Kereta Api AS Harus Jadi Cermin Kereta Cepat Indonesia

Minggu, 06 Maret 2022 - 17:17 WIB
loading...
A A A
Di awal abad ke-20, kereta api memang menjadi transportasi yang sangat populer. Saat itu 42 juta penumpang bepergian dengan kereta api. Perlahan tapi pasti popularitasnya mulai meredup. Pada tahun 1940an, kereta api mulai menjadi transportasi yang kurang menarik di tengah berkembangnya sarana transportasi lain, seperti bus, pesawat, dan juga mobil pribadi.

Pada 1960, sejumlah perusahaan kereta api, seperti Penn Central, Atchison, Topeka & Santa Fe Railway terpaksa menghentikan sejumlah rute jalurnya. Layanan kereta penumpang tak lagi menguntungkan. Apalagi, sejak Kantor Pos Amerika mulai mengirimkan surat-surat lewat truk dan pesawat terbang.



Untuk menyelamatkan layanan kereta api, pada 1970 Presiden Richard Nixon menanandatangi sebuah aturan untuk memastikan pendanaan pemerintah untuk sektor perkertaapian. Kebijakan itu melahirkan perusahaan The National Railroad Passenger Corporation yang akhirnya menjadi Amtrax. Sayangnya, saat itu, dari 26 perusahaan kereta api yang menawarkan layanan penumpang, enam menolak bergabung dengan Amtrax.

"Meskipun layanan kereta api terus berlanjut, masalah dengan penumpang dan ketidakstabilan keuangan tetap ada. Amtrax bersaing dengan perusahaan kereta api lainnya untuk stasiun dan jalur," sebut Business Insider dalam sebuah videonya, dikutip Minggu (6/3/2022).

Pada saat layanan kereta beroperasi pertama kali, penumpang harus dialihkan dari tujuh stasiun dari sebuah layanan kereta di Chicago . Amtrax harus memelihara dan membayar sejumlah stasiun di suatu kota karena kekurangan koneksi track.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Rekomendasi
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Berita Terkini
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Infografis
Kereta Cepat dan LRT...
Kereta Cepat dan LRT Jabodebek Gagal Jadi Kado HUT RI ke-78
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved