Okupansi Ritel Merosot, Harga Sewa Lapak Anjlok 6 Persen
Kamis, 10 Maret 2022 - 13:57 WIB
loading...
Terdampak penurunan okupansi, harga sewa ritel di pusat-pusat perbelanjaan turun. Foto/YorriFarli/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Senior Research Advisor Knight Frank Syarifa mengungkapkan terjadi penurunan okupansi ritel yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah membatasi mobilitas masyarakat . Penurunan pengunjung berdampak pada terkoreksinya harga sewa kios di mal atau pusat belanja lainnya hingga 6%.
Baca juga: Kebakaran Grand Mall Bekasi, Lapak dan Kios Langsung Ditutup
"Dari kondisi tersebut memang tidak bisa dipungkiri maka terjadi penurunan harga sewa atau pennyesuaian harga sewa bahkan menyentuh sampai 6% pada kelas-kelas tertentu," ujar Syarifah dalam konferensi persnya, Kamis (10/3/2022).
Jika dilihat dari tingkat okupansi ritel pada paruh ke-2 tahun 2021 kemarin, tingkat okupansi ritel menurun 1,39% jika dibandingkan dengan semester lalu atau menurun 5% dari tahun sebelumya.
"Kita lihat memang ada sedikit peningkatan dalam kumulatif suplai dan untuk kumulatif permintaan tidak lebih baik dari periode sebelumnya. Okupansi cenderung menurun," lanjut Syarifah.
Knight Frank mencatat pergerakan harga sewa ritel Jakarta juga mengalami penurunan, khususnya untuk grade A, B, dan C. Untuk grade A misalnya pada paruh pertama tahun 2020 rata-rata harga sewa Rp1.000.000, namun grafiknya terus turun hingga paruh kedua tahun 2021.
Baca juga: Kebakaran Grand Mall Bekasi, Lapak dan Kios Langsung Ditutup
"Dari kondisi tersebut memang tidak bisa dipungkiri maka terjadi penurunan harga sewa atau pennyesuaian harga sewa bahkan menyentuh sampai 6% pada kelas-kelas tertentu," ujar Syarifah dalam konferensi persnya, Kamis (10/3/2022).
Jika dilihat dari tingkat okupansi ritel pada paruh ke-2 tahun 2021 kemarin, tingkat okupansi ritel menurun 1,39% jika dibandingkan dengan semester lalu atau menurun 5% dari tahun sebelumya.
"Kita lihat memang ada sedikit peningkatan dalam kumulatif suplai dan untuk kumulatif permintaan tidak lebih baik dari periode sebelumnya. Okupansi cenderung menurun," lanjut Syarifah.
Knight Frank mencatat pergerakan harga sewa ritel Jakarta juga mengalami penurunan, khususnya untuk grade A, B, dan C. Untuk grade A misalnya pada paruh pertama tahun 2020 rata-rata harga sewa Rp1.000.000, namun grafiknya terus turun hingga paruh kedua tahun 2021.
Lihat Juga :