Optimistis Pandemi Berakhir, Masyarakat Fokus Tata Kesehatan dan Keuangan
Jum'at, 11 Maret 2022 - 17:55 WIB
loading...
Manulife melakukan survei terhadap sejumlah masyarakat terkait pandangan mereka akan pandemi. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Berdasarkan penelitian dari Manulife , masyarakat Indonesia optimistis pandemi akan berakhir. Mereka pun fokus menata kesehatan dan keuangan usai merasakan dampak pandemi selama dua tahun belakangan ini.
Di antara masyarakat Indonesia yang menjadi bagian dari Asia Care Survey Manulife , sebesar 66 persen responden di Indonesia meyakini Covid-19 akan berakhir dalam waktu satu tahun ke depan. Dan lebih dari separuh, atau 59 persen responden berpendapat bahwa pembatasan kegiatan masyarakat akan selesai dalam kurun waktu yang sama.
Baca juga: Survei Membuktikan Orang Indonesia Aktif Kelola Keuangan Saat Pandemi, Begini Caranya
Meskipun pandangan mereka termasuk yang lebih optimis, 35 persen responden di Indonesia menyatakan kekhawatiran tentang ekonomi lokal yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Sebesar 58 persen dari mereka mengalami penurunan pendapatan, dengan satu dari sepuluh orang, atau 13 persen di antaranya kehilangan pekerjaan selama pandemi.
Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia , Ryan Charland mengungkapkan, selain dari hasil survei yang menyebutkan tingginya atensi terhadap sisi finansial dan kesehatan, masyarakat Indonesia juga makin memegang kendali atas perencanaan keuangan mereka dan menemukan beragam cara untuk mengurangi dampak pandemi.
"Dan, meskipun banyak keluarga mengalami tantangan dan menghadapi ketidakpastian dari sisi keuangan, kesehatan, serta masa depan, minat yang lebih tinggi terhadap proteksi melalui asuransi dapat dikatakan sebagai salah satu cara mereka dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru di tengah adanya Covid-19 ," jelas Charland.
Menurut hasil survei, kebiasaan perencanaan keuangan di antara responden Indonesia yaitu menyeimbangkan antara upaya mengatasi tantangan keuangan saat ini dengan upaya menciptakan masa depan mapan.
Sebanyak 57 persen responden mengatakan mereka mengelola keuangan secara aktif karena pandemi , jauh lebih tinggi dibandingkan reponden yang mengikuti survei ini di semua negara Asia lain (42 persen).
Menariknya, 32 persen dari responden mengatakan bahwa mereka telah mendirikan usaha milik pribadi untuk menggantikan atau mendukung pekerjaan utama mereka. Sedangkan 37 persen responden di Indonesia juga mengatakan bahwa mereka memiliki tabungan yang akan bertahan lebih dari satu tahun jika diperlukan.
Untuk mengurangi risiko ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19 , 25 persen responden berinvestasi, sementara 36 persen mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Pada saat yang sama, pentingnya asuransi dan perencanaan pensiun makin disadari secara luas.
Baca juga:Manulife Indonesia Gelar Agency Kick Off 2022
Terdapat 83 persen responden yang melihat pentingnya asuransi dan 84 persen memikirkan hal yang sama tentang perencanaan pensiun. Hasil survei juga menunjukkan sebesar 76 persen dari mereka berencana untuk membeli asuransi dalam 12 bulan ke depan.
Dari seluruh responden Indonesia, 60 persen di antaranya sudah memiliki asuransi, sebagian besar memiliki asuransi kesehatan (35 persen) dan asuransi jiwa (29 persen). Ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pasar terendah yang tercakup dalam Asia Care Survey yang juga mencerminkan rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia.
"Apa yang juga diungkapkan oleh survei ini adalah ada beragam peluang luar biasa bagi kami untuk melayani nasabah di Indonesia, terutama mengingat tingkat penetrasi asuransi yang rendah dan kesenjangan perlindungan yang tinggi di negara ini," tambah Charland.
Di Manulife , kata dia, pihaknya terus berupaya untuk memperkecil kesenjangan itu, serta membantu kehidupan nasabah untuk semakin hari semakin baik.
"Kami melakukannya dengan terus memberikan saran dan solusi untuk mewujudkan keamanan finansial, karena kami memberdayakan kesehatan dan kesejahteraan berkelanjutan melalui produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah kami," kata Charland.
Secara umum, pertimbangan banyak masyarakat Indonesia terhadap asuransi tidak lepas dari aspek kesehatan. Responden Indonesia tercatat memiliki kemauan untuk menyesuaikan gaya hidup demi menurunkan dampak Covid-19 .
Kesediaan responden Indonesia untuk mengenakan masker adalah yang tertinggi (82 persen) di kawasan, begitu pula dengan tingkat keaktifan fisik (69 persen). Lebih dari separuh (52 persen) meningkatkan intensitasnya berolah raga sejak pandemi berlangsung, dengan jogging (72 persen) dan bersepeda (54 persen) sebagai bentuk olah raga yang paling disukai responden Indonesia.
Baca juga:Manulife Indonesia danIPB Jalin Kerja Sama Penyaluran Wakafdari Manfaat Polis Asuransi Jiwa Syariah
Manulife Indonesia memahami dampak kecemasan finansial akibat Covid-19 dan meningkatnya kesadaran nasabah terhadap aspek kesehatan dan wellness. Oleh karenanya, sebagai bentuk komitmen kepada nasabah, Manulife telah menyediakan beragam solusi perlindungan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
Di antara solusi yang ditawarkan adalah asuransi tambahan yang baru saja diluncurkan melalui MiSmart Insurance Solution (MiSSION). Asuransi tambahan yang pertama, yaitu MiSmart Medicare Plus (MiSMP), memberikan manfaat rawat inap hingga tertanggung berusia 80 tahun. Selanjutnya, asuransi tambahan perlindungan jiwa MiSmart Payor Benefit Plus (MiSPBP).
Di antara masyarakat Indonesia yang menjadi bagian dari Asia Care Survey Manulife , sebesar 66 persen responden di Indonesia meyakini Covid-19 akan berakhir dalam waktu satu tahun ke depan. Dan lebih dari separuh, atau 59 persen responden berpendapat bahwa pembatasan kegiatan masyarakat akan selesai dalam kurun waktu yang sama.
Baca juga: Survei Membuktikan Orang Indonesia Aktif Kelola Keuangan Saat Pandemi, Begini Caranya
Meskipun pandangan mereka termasuk yang lebih optimis, 35 persen responden di Indonesia menyatakan kekhawatiran tentang ekonomi lokal yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Sebesar 58 persen dari mereka mengalami penurunan pendapatan, dengan satu dari sepuluh orang, atau 13 persen di antaranya kehilangan pekerjaan selama pandemi.
Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia , Ryan Charland mengungkapkan, selain dari hasil survei yang menyebutkan tingginya atensi terhadap sisi finansial dan kesehatan, masyarakat Indonesia juga makin memegang kendali atas perencanaan keuangan mereka dan menemukan beragam cara untuk mengurangi dampak pandemi.
"Dan, meskipun banyak keluarga mengalami tantangan dan menghadapi ketidakpastian dari sisi keuangan, kesehatan, serta masa depan, minat yang lebih tinggi terhadap proteksi melalui asuransi dapat dikatakan sebagai salah satu cara mereka dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru di tengah adanya Covid-19 ," jelas Charland.
Menurut hasil survei, kebiasaan perencanaan keuangan di antara responden Indonesia yaitu menyeimbangkan antara upaya mengatasi tantangan keuangan saat ini dengan upaya menciptakan masa depan mapan.
Sebanyak 57 persen responden mengatakan mereka mengelola keuangan secara aktif karena pandemi , jauh lebih tinggi dibandingkan reponden yang mengikuti survei ini di semua negara Asia lain (42 persen).
Menariknya, 32 persen dari responden mengatakan bahwa mereka telah mendirikan usaha milik pribadi untuk menggantikan atau mendukung pekerjaan utama mereka. Sedangkan 37 persen responden di Indonesia juga mengatakan bahwa mereka memiliki tabungan yang akan bertahan lebih dari satu tahun jika diperlukan.
Untuk mengurangi risiko ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19 , 25 persen responden berinvestasi, sementara 36 persen mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Pada saat yang sama, pentingnya asuransi dan perencanaan pensiun makin disadari secara luas.
Baca juga:Manulife Indonesia Gelar Agency Kick Off 2022
Terdapat 83 persen responden yang melihat pentingnya asuransi dan 84 persen memikirkan hal yang sama tentang perencanaan pensiun. Hasil survei juga menunjukkan sebesar 76 persen dari mereka berencana untuk membeli asuransi dalam 12 bulan ke depan.
Dari seluruh responden Indonesia, 60 persen di antaranya sudah memiliki asuransi, sebagian besar memiliki asuransi kesehatan (35 persen) dan asuransi jiwa (29 persen). Ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pasar terendah yang tercakup dalam Asia Care Survey yang juga mencerminkan rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia.
"Apa yang juga diungkapkan oleh survei ini adalah ada beragam peluang luar biasa bagi kami untuk melayani nasabah di Indonesia, terutama mengingat tingkat penetrasi asuransi yang rendah dan kesenjangan perlindungan yang tinggi di negara ini," tambah Charland.
Di Manulife , kata dia, pihaknya terus berupaya untuk memperkecil kesenjangan itu, serta membantu kehidupan nasabah untuk semakin hari semakin baik.
"Kami melakukannya dengan terus memberikan saran dan solusi untuk mewujudkan keamanan finansial, karena kami memberdayakan kesehatan dan kesejahteraan berkelanjutan melalui produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah kami," kata Charland.
Secara umum, pertimbangan banyak masyarakat Indonesia terhadap asuransi tidak lepas dari aspek kesehatan. Responden Indonesia tercatat memiliki kemauan untuk menyesuaikan gaya hidup demi menurunkan dampak Covid-19 .
Kesediaan responden Indonesia untuk mengenakan masker adalah yang tertinggi (82 persen) di kawasan, begitu pula dengan tingkat keaktifan fisik (69 persen). Lebih dari separuh (52 persen) meningkatkan intensitasnya berolah raga sejak pandemi berlangsung, dengan jogging (72 persen) dan bersepeda (54 persen) sebagai bentuk olah raga yang paling disukai responden Indonesia.
Baca juga:Manulife Indonesia danIPB Jalin Kerja Sama Penyaluran Wakafdari Manfaat Polis Asuransi Jiwa Syariah
Manulife Indonesia memahami dampak kecemasan finansial akibat Covid-19 dan meningkatnya kesadaran nasabah terhadap aspek kesehatan dan wellness. Oleh karenanya, sebagai bentuk komitmen kepada nasabah, Manulife telah menyediakan beragam solusi perlindungan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
Di antara solusi yang ditawarkan adalah asuransi tambahan yang baru saja diluncurkan melalui MiSmart Insurance Solution (MiSSION). Asuransi tambahan yang pertama, yaitu MiSmart Medicare Plus (MiSMP), memberikan manfaat rawat inap hingga tertanggung berusia 80 tahun. Selanjutnya, asuransi tambahan perlindungan jiwa MiSmart Payor Benefit Plus (MiSPBP).
(luq)
Lihat Juga :