Pabrik Beroperasi Normal, PIM Apresiasi Kementerian ESDM
Minggu, 13 Maret 2022 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Budi juga menjelaskan, bahwa reaktivasi Pabrik PIM-1 yang dilakukan beberapa waktu lalu, menggunakan LNG sisa dari alokasi kargo tahun 2021. “Alhamdulillah, pihak Kementerian ESDM akan mengupayakan pengalihan kargo dari tempat lain agar bisa digunakan oleh PIM-1,” kata Budi.
Sambil menunggu kargo, pabrik dimatikan dulu untuk melakukan kegiatan perawatan dan perbaikan. “Karena pabrik sudah lama mati, jadi perlu dilakukan perawatan dengan lebih cermat,” tambahnya.
“Berkat pasokan gas yang ada, PIM-1 sudah bisa beroperasi lagi setelah mati suri selama 10 tahun, namun saat ini memang kami matikan lagi dan alokasi gasnya kami gunakan sebagai cadangan bagi PIM-2,” kata Budi.
Baca Juga: Optimalkan Kembali Pabrik, PT PIM Bantu Kebutuhan Oksigen di Provinsi Aceh
Lebih lanjut Budi menambahkan bahwa PT PIM di tahun 2022 menargetkan produksi urea sebesar 640 ribu ton. “Kami cukup optimis target tersebut dapat tercapai bila pasokan gas dan tambahan kargo bisa kami dapatkan,” katanya.
Sambil menunggu kargo, pabrik dimatikan dulu untuk melakukan kegiatan perawatan dan perbaikan. “Karena pabrik sudah lama mati, jadi perlu dilakukan perawatan dengan lebih cermat,” tambahnya.
“Berkat pasokan gas yang ada, PIM-1 sudah bisa beroperasi lagi setelah mati suri selama 10 tahun, namun saat ini memang kami matikan lagi dan alokasi gasnya kami gunakan sebagai cadangan bagi PIM-2,” kata Budi.
Baca Juga: Optimalkan Kembali Pabrik, PT PIM Bantu Kebutuhan Oksigen di Provinsi Aceh
Lebih lanjut Budi menambahkan bahwa PT PIM di tahun 2022 menargetkan produksi urea sebesar 640 ribu ton. “Kami cukup optimis target tersebut dapat tercapai bila pasokan gas dan tambahan kargo bisa kami dapatkan,” katanya.
Lihat Juga :