Perang Ukraina Bisa Bikin Harga Batu Bara Memanas hingga USD500 per Ton

Minggu, 13 Maret 2022 - 20:08 WIB
loading...
A A A
Produksi batu bara Polandia naik sedikit pada tahun 2021, dimana negara ini memproduksi 52 juta ton lignit (batubara coklat), naik 13% secara year to year, dan 55 juta ton batu bara keras atau meningkat 1%.

Namun, tren produksi jangka panjang mereka menurun dan sementara Polandia mengekspor beberapa batu bara termal dan kokas ke negara-negara Uni Eropa tetangga. Ia juga telah meningkatkan impor batu bara termal kualitas tinggi dari Rusia karena umumnya lebih murah daripada produksi lokal.

Salah satu tempat pertama yang akan dihubungi pembeli adalah pemasok dari Kolombia dan Afrika Selatan. Produksi batu bara Kolombia yang hampir semuanya diekspor, pulih pada 2021 menyusul penurunan besar pada 2020 karena Covid-19 dan perselisihan industri selama tiga bulan di Cerrejon.

Sedangkan produksi batu bara AS saat ini mengalami kebangkitan setelah beberapa tahun menurun, didorong oleh permintaan batu bara yang kuat dan peningkatan harga, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Berdasarkan data Badan Energi Dunia (IEA) yang dilaporkan pada 3Q 2021, produsen batu bara termal AS berada di jalur untuk akhirnya mengekspor sekitar 36 juta ton tahun lalu, meningkat 30% dari tahun 2020. Hanya sekitar 5 juta ton yang ditujukan ke Eropa karena pasar Asia kembali terbukti menjadi tujuan yang populer dan berkembang.

Dengan kurangnya investasi di daerah pertambangan baru dan kebanyakan investor menghindari sektor ini, beberapa tambang AS telah ditutup dalam beberapa tahun terakhir, yang akan menghambat kemampuan untuk meningkatkan pasokan batu bara tambahan untuk pasar Eropa. Terutama ketika pembangkit listrik AS membayar harga tinggi untuk pasokan domestik.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Ekspor Sawit hingga...
Ekspor Sawit hingga Batu Bara Harus Lewat BUMN, Prabowo Ingin Selamatkan Rp2.653 Triliun per Tahun
Prabowo Wajibkan Ekspor...
Prabowo Wajibkan Ekspor Batu Bara hingga Sawit Satu Pintu lewat BUMN, Harga Ditentukan RI
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Rekomendasi
Shin Tae-yong Jadi Pelatih...
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija?
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Konflik Rusia-Ukraina,...
Konflik Rusia-Ukraina, Harga Batu Bara Makin Tak Terkendali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved