BUMN Cari Dirut Baru Pelita Air Usai Albert Burhan Kesandung Kasus Korupsi Pesawat Garuda
Senin, 14 Maret 2022 - 23:25 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, akan menggantikan Albert Burhan sebagai Direktur Utama PT Pelita Air Service (PAS). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, akan menggantikan Albert Burhan sebagai Direktur Utama PT Pelita Air Service (PAS). Pergantian itu setelah Albert berstatus tersangka dalam kasus korupsi pengadaan pesawat milik PT Garuda Indonesia Tbk, tahun 2011-2012.
Kabar ini disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Menurutnya, Kementerian BUMN dan PT Pertamina (Persero) selaku pemegang saham akan mencopot Albert sebagai Dirut PAS. Saat ini proses pergantian masih dilakukan, sehingga Arya belum dapat memastikan siapa yang diangkat pemegang saham untuk menggantikan posisi Albert.
Baca Juga: Tantangan Berat Menanti Pelita Air Jika Gantikan Garuda
Lebih lanjut Arya memastikan, pihaknya terbuka bagi pihak eksternal atau di luar Pelita Air Service untuk menjadi orang nomor satu di jajaran direksi anak usaha Pertamina tersebut. Dengan syarat sosok eksternal itu memenuhi kualifikasi yang ditetapkan pemegang saham.
"Tunggu dong, pasti ada prosesnya nah kita kan pasti cari yang terbaik. Lihat nanti aja, kalau dari dalam ada yang bagus, ya dari dalam, kalau nanti ternyata dari dalam tidak terlalu mensupport harus dari luar ya, kita ambil dari luar gitu. Eggak usah takut karena SDM kita bagus-bagus," ujar Arya kepada Wartawan, Senin (14/3/2022).
Kabar ini disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Menurutnya, Kementerian BUMN dan PT Pertamina (Persero) selaku pemegang saham akan mencopot Albert sebagai Dirut PAS. Saat ini proses pergantian masih dilakukan, sehingga Arya belum dapat memastikan siapa yang diangkat pemegang saham untuk menggantikan posisi Albert.
Baca Juga: Tantangan Berat Menanti Pelita Air Jika Gantikan Garuda
Lebih lanjut Arya memastikan, pihaknya terbuka bagi pihak eksternal atau di luar Pelita Air Service untuk menjadi orang nomor satu di jajaran direksi anak usaha Pertamina tersebut. Dengan syarat sosok eksternal itu memenuhi kualifikasi yang ditetapkan pemegang saham.
"Tunggu dong, pasti ada prosesnya nah kita kan pasti cari yang terbaik. Lihat nanti aja, kalau dari dalam ada yang bagus, ya dari dalam, kalau nanti ternyata dari dalam tidak terlalu mensupport harus dari luar ya, kita ambil dari luar gitu. Eggak usah takut karena SDM kita bagus-bagus," ujar Arya kepada Wartawan, Senin (14/3/2022).
Lihat Juga :