Bersama BI dan DinarStandard, IHLC Luncurkan Indonesia Halal Markets Report

Selasa, 15 Maret 2022 - 16:54 WIB
loading...
Bersama BI dan DinarStandard,...
Sapta Nirwandar, Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC). FOTO/dok.Arsip IHLC
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) dan DinarStandard meluncurkan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022 pada Senin, 14 Maret 2022. Laporan ini menyoroti peluang perdagangan dan investasi yang saat ini sedang digalakkan oleh Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui kerjasama luar negeri, utamanya melalui halal produk and services.

Acara yang digelar secara Hybrid dari Paviliun Indonesia di Dubai Expo ini didahului dengan seminar online (Webinar) yang dimoderatori oleh Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta Nirwandar. Hadir sejumlah narasumber antara lain Deputy Governor of Bank Indonesia Juda Agung sebagai keynote speaker. Sementara Consul General Indonesia in Duba-UAE, Chandra Negara hadir memberikam closing remark.

Baca Juga: Produk Halal, Antara Gaya Hidup dan Sadar Halal

Selain itu, hadir pula Rafi-uddin Shikoh selaku CEO and Managing Director of Dinarstandar, Arief Hartaman selaku Head of Sharia Economic and Finance Department of Bank Indonesia. Kemudian hadir juga sebagai speakers adalah Luthfi Husin selaku Corporate Affairs Director of PT Lulu Group Retail serta Ali Charisma selaku Chairman of Indonesian Fashion Chamber.

Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta Nirwandar dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang secara konsisten mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan sharia atau ekonomi halal di Indonesia.

"Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah berkolaborasi bersama IHLC dan DinarStandar menyelenggarakan acara strategis ini," kata mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini seperti dikutip, Selasa (14/3/22).

Selaku Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta menyampaikan forum Indonesia Halal Markets Report 2021/2022 ini penting dan menarik sebab membahas secara khusus dan mendalam mengenaipeluang Indonesia dalam industri halal.

"Forum Indonesia Halal Market Report ini sangat menarik dan penting karena membahas bussines oportunity atau peluang bisnis bagi pelaku bisnis di Indonesia yang bergerak di industri halal ini," kata Sapta.

Mantan Sekretaris Jenderal Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang saat ini juga sebagai Chairman Indonesia Tourism Forum ini menuturkan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022 memaparkan hasil temuan di lapangan yang merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan Indonesia Halal Lifestyle Center dan DinarStandard.

Menurutnya, acara yang digelar dalam bahasa Inggris ini sejalan dengan visi Indonesia Maju dalam kepemimpianan Presiden Joko Widodo-Ma`aruf Amin 2019-2024.

"Acara ini sejalan dengan visi Indonesia maju Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maaruf Amin 2019-2024. Bahwa Indonesia akan menjadi pusat dan pemimpin industri halal dunia untuk pasar global," paparnya.

Sebagaimana dikutip dari pengantar laporan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022, Sapta menyampaikan bahwa ekonomi halal telah dilihat sebagai suatu mesin penting dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dan bagi pencapaian visi Indonesia Maju.

"Menyongsong visi ini, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sangat mendukung berbagai kebijakan-kebijakan untuk menjadikan Indonesia siap menjadi poros global bagi Ekonomi Islami di 2024," ungkap Sapta dalam pengatarnya.

Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) bersama dengan DinarStandard (dengan keahliannya dalam ekonomi halal global) dengan rendah hati menyajikan Laporan Pasar Halal Indonesia 2021/2022 yang memberikan kesimpulan-kesimpulan yang dapat dijalankan mengenai peluang-peluang perdagangan dan investasi ekonomi halal Indonesia bagi korporasi serta investor nasional dan global.

"Kami terilhami untuk melihat para wiraswastawan muda Indonesia, para pemimpin industri serta kepemimpinan pemerintah seiring sejalan menuju pewujudan potensi peluang ini. Sementara kami mengemukakan fakta, angka-angka serta strategi-strategi praktis di dalam laporan ini, nilai-nilai yang mendasari ekonomi sharia dan pembiayaan yang setara dan yang menjadi jangkar bagi konsumsi produk dan jasa halal (taat hukum) dan tayyib (sehat, berkelanjutan) lah yang merupakan tren sosial-ekonomi mengggairahkan kita menjadi bagian darinya," kata Sapta.

Baca Juga: Mengapa Wisata Halal?

Seperti dikemukakan laporan ini, lanjutnya, Indonesia memiliki potensi untuk mewujudkan nilai ekonomi yang besar sekali, mengingat kedudukannya sebagai pasar konsumen ekonomi halal terbesar dengan basis produksi yang kompetitif.

"Pada saat yang sama, Indonesia juga bisa berperan sebagai ekonomi panutan bagi negara-negara lain di dunia melalui kebijakan-kebijakan ekonomi sharia dengan tanggung-jawab sosialnya dan dengan menempatkan merek-merek halalnya sebagai juara-juara global," tutupnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Rekomendasi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
Berita Terkini
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved