Lawan Sanksi Barat, Putin Mempersulit Perusahaan Asing Mengambil Alih Pesawat

Rabu, 16 Maret 2022 - 09:36 WIB
loading...
Lawan Sanksi Barat,...
Rusia telah menerapkan Undang-undang (UU) baru yang mempersulit perusahaan penyewaan pesawat asing untuk mengambil alih pesawat mereka dalam menghadapi sanksi Barat. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Rusia telah menerapkan Undang-undang (UU) baru yang mempersulit perusahaan penyewaan pesawat asing untuk mengambil alih pesawat mereka dalam menghadapi sanksi Barat .

Undang-undang baru ini akan memungkinkan pesawat jet asing untuk didaftarkan di Rusia, "agar memastikan fungsi kegiatan penerbangan sipil tidak terganggu".

Baca Juga: Sanksi ke Rusia Punya Konsekuensi Besar Bagi Industri Penerbangan Global

Maskapai penerbangan Rusia sendiri tercatat memiliki 515 pesawat jet yang disewa dari luar negeri senilai sekitar USD10 miliar. Pemilik asing memiliki waktu hingga 28 Maret untuk mendapatkan pesawat mereka kembali dari perusahaan Rusia sebelum sanksi dimulai.

Langkah ini dilakukan setelah Bermuda dan Irlandia, menangguhkan sertifikat kelaikan udara hampir untuk semua pesawat sewaan asing yang beroperasi dan terdaftar di Rusia.

Aturan yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Vladimir Putin, memberikan kelonggaran soal membawa pendaftaran dan sertifikasi keselamatan di dalam perbatasan Rusia dan terkait penggunaan pesawat asing untuk menerbangkan rute domestik melintasi negara yang luas itu.

Sejak invasi Ukraina pada 24 Februari, perusahaan-perusahaan Barat telah mengakhiri sewa dan meminta pesawat dikembalikan. Sebagian besar rute udara internasional dari Rusia tidak diterbangkan dan banyak negara termasuk Inggris, telah melarang maskapai penerbangan nasional Rusia, Aeroflot terbang di wilayah udara mereka.

Ratusan pesawat milik asing masih berada di Rusia. Untuk mematuhi sanksi, perusahaan leasing berusaha mendapatkannya kembali. Tapi hal itu terlihat sangat tidak mungkin.

Jika Rusia sangat bergantung pada pesawat ini yang secara kolektif bernilai miliaran dolar, maka mereka bakal dipaksa terus terbang, di Rusia dan setidaknya beberapa bekas republik Soviet.

Baca Juga: Menkeu Rusia: Moskow Kehilangan Akses ke Setengah Dana Cadangan Rp4.286 Triliun

Sementara itu saat Airbus dan Boeing tidak dapat memasok suku cadang, jadi ketika ada kebutuhan mengganti suku cadang. Maka harus diambil dari pesawat lain, atau diproduksi oleh pihak ketiga.

Kondisi ini memiliki implikasi keamanan yang serius. Selain itu membuatnya hampir tidak mungkin untuk mengasuransikan pesawat-pesawat di luar Rusia. Servis juga menjadi perhatian ketika banyak pesawat dipaksa terbang ke tempat lain, maka sangat membutuhkan perawatan.

Dan ketika krisis berakhir, bakal ada tagihan besar yang harus dibayar. Jika pesawat tidak dipelihara dengan baik, nilainya akan anjlok. Jadi, bahkan jika lessor mendapatkannya kembali, mereka akan menuntut kompensasi.

Penerbangan internasional adalah bisnis internasional, dan Anda harus bermain sesuai aturan. Rusia bisa memutuskan untuk sendirian tanpa dunia saat ini. Tapi suatu hari, ketika mereka ingin bergabung kembali maka kondisinya bakal sangat sulit.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Harga Avtur Domestik...
Harga Avtur Domestik Turun hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026, Kabar Baik buat Industri Penerbangan
AS Bakal Batasi Penerbangan...
AS Bakal Batasi Penerbangan Internasional, Picu Kekacuan Jutaan Penumpang Global
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Rekomendasi
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
Vladimir Putin Mengaku...
Vladimir Putin Mengaku Sudah Muak dengan Kemunafikan Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved