Tekan Impor BBM, Pabrik Katalis Merah Putih Senilai Rp286 Miliar Dibangun
Kamis, 17 Maret 2022 - 12:23 WIB
loading...
Ilustrasi nozzle SPBU tempat pengisian BBM. FOTO/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Pembangunan pabrik Katalis Merah Putih di Cikampek, Jawa Barat resmi dimulai. Pabrik ini diproyeksikan dapat menghasilkan katalis untuk memproduksi green fuel sehingga berkontribusi dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), khususnya sektor bioenergi dan turut mengurangi emisi GRK serta bermanfaat bagi masyarakat.
Pabrik ini menelan biaya investasi Rp 286 miliar dan akan menghasilkan katalis dengan kapasitas 800 metrik ton per tahun. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pembangunan pabrik ini akan mendorong kemandirian energi Indonesia.
"Sudah lama sekali kita selalu menggaung-gaunggkan, kita harus memiliki teknologi sendiri untuk bisa mengisi keperluan bangsa ini untuk mendukung petumbuhan ekonomi kedepan kita bisa melakukan kemandirian disegala hal," ungkap Arifin, dikutip Kamis (17/3/2022).
Baca Juga: Catat! Indonesia Targetkan Stop Impor BBM pada 2027
Arifin berharap Katalis Sinergis Indonesia sebagai konsorsium pendiri pabrik ini agar terus dapat mengembangkan katalis bukan hanya yang dibutuhkan dalam negeri saja, namun juga dapat membuat katalis yang dibutuhkan dunia, serta menjaga kualitas dan melakukan diversifikasi energi. Adapun, saat ini Indonesia masih menjadi net-importir katalis refinery dan olechemical.
Pabrik ini menelan biaya investasi Rp 286 miliar dan akan menghasilkan katalis dengan kapasitas 800 metrik ton per tahun. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pembangunan pabrik ini akan mendorong kemandirian energi Indonesia.
"Sudah lama sekali kita selalu menggaung-gaunggkan, kita harus memiliki teknologi sendiri untuk bisa mengisi keperluan bangsa ini untuk mendukung petumbuhan ekonomi kedepan kita bisa melakukan kemandirian disegala hal," ungkap Arifin, dikutip Kamis (17/3/2022).
Baca Juga: Catat! Indonesia Targetkan Stop Impor BBM pada 2027
Arifin berharap Katalis Sinergis Indonesia sebagai konsorsium pendiri pabrik ini agar terus dapat mengembangkan katalis bukan hanya yang dibutuhkan dalam negeri saja, namun juga dapat membuat katalis yang dibutuhkan dunia, serta menjaga kualitas dan melakukan diversifikasi energi. Adapun, saat ini Indonesia masih menjadi net-importir katalis refinery dan olechemical.
Lihat Juga :