China Perluas Lockdown, Perusahaan Multinasional Kena Imbasnya

Kamis, 17 Maret 2022 - 17:03 WIB
loading...
China Perluas Lockdown,...
Perusahaan multinasional telah menghentikan beberapa operasional mereka setelah China memperluas lockdown untuk menjadi salah satu yang terbesar sejak awal Pandemi sejak penutupan Wuhan. Foto/Dok Reuters
A A A
BEIJING - Perusahaan multinasional telah menghentikan beberapa operasional mereka setelah China memperluas lockdown untuk menjadi salah satu yang terbesar sejak awal Pandemi.

Puluhan juta orang di seluruh negeri menghadapi pembatasan, termasuk seluruh provinsi Jilin dan pusat teknologi Shenzhen, karena pihak berwenang melaporkan jumlah kasus baru Covid-19 mencetak rekor.

Baca Juga: China Lockdown Changchun, 9 Juta Penduduk Dilarang Keluar Rumah

Toyota, Volkswagen dan pemasok Apple yakni Foxconn adalah di antara perusahaan yang terkena dampak. Penguncian telah menimbulkan kekhawatiran bahwa rantai pasokan penting dapat terganggu.

China pada hari Selasa melaporkan rekor tertinggi kasus baru dimana tercatat lebih dari 5.000 kasus, sebagian besar berada di Jilin. Sebanyak 24 juta penduduk provinsi timur laut itu ditempatkan di bawah perintah karantina pada hari Senin.

Ini pertama kalinya China membatasi seluruh provinsi sejak lockdown Wuhan dan Hebei pada awal pandemi. Warga Jilin telah dilarang beraktivitas, dan siapapun yang ingin meninggalkan provinsi harus mengajukan izin kepada pihak kepolisian.

Kebijakan ini hanta sehari setelah penguncian lima hari diberlakukan pada 12,5 juta penduduk kota selatan Shenzhen, dimana semua operasional transportasi mulai dari semua bus dan layanan kereta bawah tanah ditangguhkan.

Pada hari Selasa, pihak berwenang di kota Langfang yang berbatasan dengan Ibu Kota Beijing, serta Dongguan di provinsi selatan Guangdong, juga akan segera memberlakukan lockdown.

Bisnis di banyak daerah yang terkena dampak telah diberitahu untuk menutup atau meminta karyawan mereka bekerja dari rumah, kecuali mereka yang menyediakan layanan penting seperti makanan, utilitas atau kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Rusia Ancam Setop Pasok Gas ke Eropa, Provinsi di Belanda Hidupkan Kembali Kilang

Foxconn, yang memproduksi iPhone untuk Apple, menghentikan operasinya di Shenzhen pada hari awal pekan ini. Pihak perusahaan mengatakan kapan kembalinya aktivitas bisnis, keputusan itu diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.

Tetapi mereka memiliki beberapa lokasi produksi di China dan mengatakan kepada BBC, bahwa mereka telah "menyesuaikan jalur produksi untuk meminimalkan dampak potensial". Pabriknya di Zhengzhou, pabrik iPhone terbesar di dunia tetap buka, mengingat kota itu tidak terkena pembatasan.

Sementara Toyota yang menutup pabriknya di kota Changchun di Provinsi Jilin, tidak memberikan batas waktu kapan bisnis akan dilanjutkan. Pembuat mobil asal Jepang mengatakan, kebijakan ini dilakukan untuk mempertimbangkan "dampak operasi pemasok", dan "keselamatan serta keamanan karyawan hingga pihak terkait".

Pembuat mobil Jerman Volkswagen juga menutup operasi di Changchun, dimana diterangkan bahwa produksi mobil Volkswagen dan Audi serta komponen mereka "terpengaruh". Tetapi pihak perusahaan berharap dapat membuka kembali pabriknya pada hari Kamis.

Kasus Covid di China relatif lebih sedikit karena kebijakan ketat yang diberlakukan, dimana mereka melakukan lockdown dengan cepat, test massal serta pembatasan perjalanan setiap kali klaster muncul. Namun penularan yang cepat dari varian Omicron telah membuat pendekatan itu semakin menantang.

Sejak awal tahun, China telah melaporkan lebih banyak kasus Covid yang ditularkan di dalam negeri daripada sepanjang 2021. Pakar penyakit menular top China, Zhang Wenhong menyebut, wabah baru-baru ini "periode paling sulit dalam dua tahun terakhir memerangi Covid".

Ditambah menurutnya mereka masih dalam "tahap awal peningkatan eksponensial", dalam sebuah posting online yang beredar luas di media sosial.

Tetapi dia menambahkan bahwa meskipun perlu bagi China untuk mempertahankan strategi nol Covid untuk mengendalikan wabah untuk saat ini, "ini tidak berarti kita akan terus menerapkan strategi lockdown dan pengujian massal selamanya".

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Rekomendasi
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved