Gotong Royong Kembangkan UMKM untuk Pemulihan Ekonomi

Kamis, 17 Maret 2022 - 19:36 WIB
loading...
Gotong Royong Kembangkan...
Menteri Teten Masduki menyebut kredit bank ke UMKM harus ditingkatkan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan rasio kerdit perbankan untuk usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ) masih sangat rendah, yakni baru 20%. Jumlah ini lebih rendah dibanding Singapura yang berada di angka 39%, Malaysia 51%, Jepang 66%, dan Korea Selatan 81%.

Baca juga: Majukan Industri UMKM, Bara Foundation Berikan Pelatihan Digital

Selain itu, menurut Teten, bedasarkan data BRI, Pegadaian dan PNM pada 2021, 30 juta usaha mikro belum mendapatkan akses pendanaan formal. 7 juta dari jumlah pelaku UMKM tersebut meminjam ke kerabat, 5 juta lainnya meminjam ke rentenir, dan 18 juta sisanya belum mendapatkan pembiayaan.

Salah satu kebijakan pemerintah untuk mengatasinya adalah meningkatkan target rasio kredit perbankan ke UMKM dari 20% menjadi 30% pada 2024. Dibentuk pula holing ultra mikro dengan tujuan dapat memberi pembiayaan murah dan cepat kepada pelaku UMKM.

“Platfotm KUR (kredit usaha rakyat) juga sudah ditingkatkan menjadi Rp371,17 triliun pada tahun 2022. Dan reklaksasi kebijakan KUR dilanjutkan dengan pemberian subsidi bunga 3% selama 2022,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam keterangannya, Kamis (17/3/2022).

Dijelaskan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah, berbagai langkah dilakukan untuk meningkatkan rasio pembiayaan perbankan ke UMKM menjadi 30 persen. Di antaranya meningkatkan plafon KUR tanpa agunan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta, serta plafon pembiayaan UMKM menjadi 20 miliar dan realisasi bunga KUR sebesar 3% selama 6 bulan.

“Pelaku UMKM yang non-bankable atau unbankable diarahkan ke lembaga keuangan bukan bank (LKBB) seperti Bahana, PNM atau Pegadaian. Selain itu ada juga peningkatan pembiayaan produk ekspor UMKM dan mitigasi risiko pembiayaan,” kata Siti.

Sementara itu, di tempat terpisah, Head of IGF Progress, Reza Yamora Siregar, mengatakan biaya operasional bagi bank untuk menyasar pembiayaan ke UMKM masih sangat tinggi. "Masih double digit dan bagi bank untuk masuk ke sana masih sangat expensive,” kata Reza.



Menurut Reza, di sinilah pentingnya fintech atau akses ke teknologi sebagai salah satu jalan yang dibutuhkan untuk mengurangi biaya transaksi dan risiko transaksi pembiayaan UMKM. Cara lain menurut Reza adalah dengan memperkuat penjaminan untuk mengurangi risiko pinjaman yang telah dilakukan pemerintah pada masa pandemi Covid-19 melalui Askrindo dan Jamkrindo.

“Dengan risiko yang dijaminkan, biaya pinjaman bisa menjadi lebih rendah,” kata Reza.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator mendorong semua inisiatif untuk pemberdayaan UMKM dan terus melakukan kontrol. Selama pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun, menurut Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anung Herlianto, digitalisasi perbankan sangat marak dan terus didorong perkembangannya.

“Sebenarnya digitalisasi layanan lebih menyasar aspek consumer, aspek ritel, dan UMKM ada di dalamnya. Pasti akan lebih lugas bagi perbankan untuk mengakses UMKM dengan infrastruktur digitalnya, tidak perlu dekat dengan kantor cabang tetapi melalui aplikasi,” kata Anung.

Untuk membantu pengembangan usaha, solusi pembiayaan juga disediakan platform Tokopedia untuk para pelaku UMKM pemilik toko yang memerlukan pembiayaan di platform tersebut. Solusi tersebut bernama Modal Toko, yakni fasilitas pinjaman modal yang diberikan kepada penjual di tokopedia.

“Ada limit kredit yang diberikan yang fleksibel, bisa ditarik kapan pun dan berapa pun sesuai kebutuhan. Penjual bisa memanfaatkan modal toko ini yang merupakan pinjaman dari para mitra kami,” kata Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Hilmi Adrianto.

Selain itu ada Tokoskor berupa layanan inovatif credit scoring berbasis digital yang tujuannya memberikan kemudahan kepada mitra stratgis di industri keuangan untuk menilai dan memberikan pinjaman kepada UMKM. “Tokoskor memperlihatkan performa dalam penjualan di Tokpedia serta perilaku transaksi UMKM yang berjualan di Tokopedia,” ujar Hilmi.

Bank BJB sesuai misinya sebagai penggerak roda perekonomian berupaya melahirkan UMKM juara, yakni dengan melalui kolaborasi dan sinergitas. Produk-produk yang disediakan pun di desain agar bisa nyambung dengan kebutuhan UMKM saat ini.

Untuk itu misalnya, Bank BJB juga melakukan proses transformasi digital dengan cepat di semua segmen. Bank milik pemerintah Jawa Barat dan Banten ini mengawalinya dengan melakukan perubahan misi korporat ke arah digital untuk meningkatkan inklusi keuangan.

Baca juga: Anggota Fraksi PDIP ke Mendag Soal Minyak Goreng: Macan Ompong, Bikin Malu Presiden

Langkah berikutnya adalah memperkuat infrastruktur IT internal untuk mendukung peningkatan kualitas layanan, produk dan proses bisnis. “Kami juga melakukan pengembangan aplikasi dan sistem berbasis digital untuk semua segmen agar proses transaksi berjalan dengan lebih baik, termasuk memberikan solsusi digital bagi pemerintah daerah, begitu pun untuk pemerintah pusat untuk peningkatkan pendapatan dan melayani masarakat dengan baik,” ujar Senior Executive Vice President Bank BJB, Beny Riswandi.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Rekomendasi
Dewi Perssik Bagikan...
Dewi Perssik Bagikan Kabar Terbaru Tio Pakusadewo usai Dirawat Akibat Gangguan Jantung
Sepak Bola Gelorakan...
Sepak Bola Gelorakan Kampanye Dont Stop The Celebration, Ajak Masyarakat Rayakan Kebersamaan
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Berita Terkini
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Infografis
Dampak Aktivitas Ekonomi...
Dampak Aktivitas Ekonomi Bukuwarung Terhadap UMKM Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved