Pertamina Inisiasi Rapat Lintas Sektor Bahas Pengendalian BBM Subsidi di Sulsel
Sabtu, 19 Maret 2022 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
“Kuota yang ditetapkan oleh Pemerintah memang turun dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. Sehingga kami akan tindak lanjuti dengan mengusulkan tambahan kuota kepada BPH Migas dan melakukan serangkaian formulasi regulasi untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran. Memang diakui awal-awal tahun peningkatan konsumsi cukup tinggi. Sehingga diharapkan seluruh stakeholder dapat melakukan tugas pengawasan. Fokus hari ini kita akan support Pertamina untuk menormalkan kondisi segera," ucapnya.
Kasubdit Tipidter Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Arisandi mengatakan bahwa memang benar dengan pelonggaran kebijakan masyarakat ada peningkatan konsumsi, tetapi secara Kamtibmas, “Semoga diharapkan setelah rapat ini masyarakat bisa memahami penggunaan BBM sesuai dengan kuota sesuai dengan peruntukannya, dalam jangka menengah menertibkan beberapa rekomendasi dari dinas terkait, dan pengawasan melalui CCTV serta SPBU bisa bekerjasama dengan kepolisian terdekat untuk pengamanan,” tutur Arisandi.
Baca Juga: Pertamina Apresiasi Masyarakat Lewat Bank Sampah
Pertamina memastikan bahwa stok di Terminal BBM di Sulsel sangat melimpah. Rata-rata harian total stok di 3 Terminal BBM Makassar, Parepare dan Palopo untuk produk gasoil (solar) mencapai 20.000 KL. Pertamina menyalurkan ke SPBU sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah agar Solar Subsidi tetap masih ada sampai dengan akhir tahun. Konsumsi Solar pun saat ini di Sulsel per tanggal 10 Maret sudah mencapai 97.362 kilo liter atau sudah over 14% terhadap kuota dikhawatirkan apabila tidak dilakukan pengendalian maka akhir tahun malah justru berbulan-bulan tidak ada Solar Subsidi.
“Antrian ini terjadi karena peningkatan konsumsi BBM akibat peningkatan aktivitas ekonomi imbas pelonggaran kegiatan masyarakat setelah Covid-19 mereda yang bertemu dengan kondisi beberapa SPBU di Indonesia yang over kuota. Sehingga serangkaian pengaturan dan perapihan teknis dibahas hari ini untuk menjamin agar kondisi tidak terjadi di kemudian hari. Masyarakat kami minta memahami dan menyesuaikan regulasi ketika mengisi BBM subsidi.” pungkas Taufiq.
Kasubdit Tipidter Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Arisandi mengatakan bahwa memang benar dengan pelonggaran kebijakan masyarakat ada peningkatan konsumsi, tetapi secara Kamtibmas, “Semoga diharapkan setelah rapat ini masyarakat bisa memahami penggunaan BBM sesuai dengan kuota sesuai dengan peruntukannya, dalam jangka menengah menertibkan beberapa rekomendasi dari dinas terkait, dan pengawasan melalui CCTV serta SPBU bisa bekerjasama dengan kepolisian terdekat untuk pengamanan,” tutur Arisandi.
Baca Juga: Pertamina Apresiasi Masyarakat Lewat Bank Sampah
Pertamina memastikan bahwa stok di Terminal BBM di Sulsel sangat melimpah. Rata-rata harian total stok di 3 Terminal BBM Makassar, Parepare dan Palopo untuk produk gasoil (solar) mencapai 20.000 KL. Pertamina menyalurkan ke SPBU sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah agar Solar Subsidi tetap masih ada sampai dengan akhir tahun. Konsumsi Solar pun saat ini di Sulsel per tanggal 10 Maret sudah mencapai 97.362 kilo liter atau sudah over 14% terhadap kuota dikhawatirkan apabila tidak dilakukan pengendalian maka akhir tahun malah justru berbulan-bulan tidak ada Solar Subsidi.
“Antrian ini terjadi karena peningkatan konsumsi BBM akibat peningkatan aktivitas ekonomi imbas pelonggaran kegiatan masyarakat setelah Covid-19 mereda yang bertemu dengan kondisi beberapa SPBU di Indonesia yang over kuota. Sehingga serangkaian pengaturan dan perapihan teknis dibahas hari ini untuk menjamin agar kondisi tidak terjadi di kemudian hari. Masyarakat kami minta memahami dan menyesuaikan regulasi ketika mengisi BBM subsidi.” pungkas Taufiq.
(tri)
Lihat Juga :