Waspada, Seperti ini Dampak Pandemi Terhadap Industri Asuransi Umum

Rabu, 17 Juni 2020 - 09:05 WIB
loading...
Waspada, Seperti ini...
Asuransi Umum Tumbuh Negatif Tahun Ini
A A A
JAKARTA - Pandemi Corona memang telah memukul sektor bisnis, tak terkecuali di bisnis asuransi umum. Di saat ekonomi terpuruk, resiko kesehatan naik, terjadi peningkatan klaim. Terutama di lini asuransi kredit dan juga kesehatan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Dody A.S Dalimunthe mengatakan saat bisnis terpuruk, debitur pun tidak bisa membayar kredit. Kewajiban dari debitur itu yang harus di-cover oleh asuransi kredit.

Di sisi lain, perusahaan asuransi harus menerima kenyataan pembayaran preminya tertunda. karena bisnis tengah turun. Para peserta asuransi harus menyesuaikan kembali skala perioritas mereka. Menurut Doddy kondisi seperti itu telah terjadi pada asuransi properti.

Sebenarnya sebelum wabah corona datang, pertumbuhan asuransi umum masih dalam kondisi on the track. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Hastanto Sri Margi Widodo menjelaskan, memasuki tahun 2020 di Bulan Januari industri asuransi umum mencatatkan pertumbuhan sebesar 16%.Baca juga: Atasi Penurunan Akibat Corona, Industri Asuransi Jual Polis Secara Digital

Disusul kemudian di Bulan Februari, naik 14%. Memasuki bulan Maret hanya bisa tumbuh 4% dan April mengalami kontraksi, industri asuransi tumbuh minus 5%. Dari data tersebut tergambar bahwa penurunan pertumbuhan asuransi umum mulai terjadi pada pertengah Maret, Saat sebagian wilayah di Indonesia, khususnya di Jabodetabek menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Pergerakan penduduk dibatasi, aktifitas perkantoran juga dibatasi. Pusat niaga dan hiburan ditutup, demikian juga dengan aktifitas di sektor manufaktur, harus dihentikan sementara waktu.

Jika dilihat selama kuartal I tahun ini, industri asuransi umum masih mencatatkan pertumbuhan premi dengan nilai Rp19,84 triliun atau tumbuh 0,4% (yoy). Jumlah tersebut hanya naik Rp79,18 miliar dari capaian premi kuartal pertama 2019, senilai Rp19,76 triliun.

Di bisnis asuransi umum terdapat 12 lini bisnis asuransi. Empat diantranya mencatatkan penurunan. Yakni, asuransi properti, kargo (marine cargo), kredit, dan penjaminan (surety ship). Meskipun terdapat delapan lini bisnis yang mencatatkan pertumbuhan premi, menurut Trinita Situmeang, Wakil Ketua Bidang Statistik dan Riset AAUI, tidak mampu mendorong kinerja industri untuk tumbuh lebih besar lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sabet MAIPARK Award...
Sabet MAIPARK Award 2026, BRI Insurance Komitmen Jaga Penguatan Manajemen Risiko
MNC Insurance - MHIB...
MNC Insurance - MHIB Jalin Kolaborasi Bidik Ekspansi Pasar Asuransi Umum
Jasaraharja Putera Perkuat...
Jasaraharja Putera Perkuat Posisi Market Leader, Suretyship Jadi Pilar Bisnis
Perkenalkan Layanan...
Perkenalkan Layanan Drone Survey, MSIG Indonesia Tingkatkan Manajemen Risiko
Ajang Memperkuat Pertumbuhan...
Ajang Memperkuat Pertumbuhan Industri Asuransi Nasional
Ajang Memperkuat Jejaring...
Ajang Memperkuat Jejaring dan Kemitraan Strategis di Industri Reasuransi
Bencana Hidrometeorologi...
Bencana Hidrometeorologi Landa Indonesia Sepanjang 2025, Klaim Asuransi Meningkat
Cara Klaim Asuransi...
Cara Klaim Asuransi Mobil dan Persyaratannya, Wajib Tahu!
Pulih dari Covid-19,...
Pulih dari Covid-19, PM Singapura Diizinkan Kembali Bekerja
Rekomendasi
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Wilayah Israel Ini seperti...
Wilayah Israel Ini seperti Gaza Akibat Serangan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved