Stok Solar Subsidi Dijamin Aman, Masyarakat Tak Perlu Membeli Berlebihan
Rabu, 23 Maret 2022 - 12:11 WIB
loading...
Nelayan antre untuk mendapatkan minyak solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Senin (21/3/2022). ANTARA FOTO/Ampelsa/wsj
A
A
A
JAKARTA - Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memastikan stok dan penyaluran bahan bakar berjalan baik, termasuk penyaluran solar subsidi.
Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% diperkirakan berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan energi, salah satunya solar subsidi.
Menyikapi hal ini, Pertamina Patra Niaga memastikan stok dan menjamin terjaganya proses distribusi di lapangan. “Stok solar subsidi secara nasional di level 20 hari dan setiap hari stok ini sekaligus proses penyaluran ke SPBU terus dimonitor secara real time,” ujarnya, dikutip Rabu (23/3/2022).
Baca juga: Sri Mulyani Kasih Sinyal Harga BBM Pertamax Bisa Naik, Pertalite Masih Aman
Dia menambahkan, secara nasional per Februari 2022 penyaluran solar subsidi telah melebihi kuota sekitar 10%. Lebih lanjut Irto menyatakan, Pertamina Patra Niaga akan memonitor seluruh proses distribusi baik dari Terminal BBM hingga konsumen untuk memastikan SPBU tersedia bahan bakar bagi masyarakat.
Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% diperkirakan berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan energi, salah satunya solar subsidi.
Menyikapi hal ini, Pertamina Patra Niaga memastikan stok dan menjamin terjaganya proses distribusi di lapangan. “Stok solar subsidi secara nasional di level 20 hari dan setiap hari stok ini sekaligus proses penyaluran ke SPBU terus dimonitor secara real time,” ujarnya, dikutip Rabu (23/3/2022).
Baca juga: Sri Mulyani Kasih Sinyal Harga BBM Pertamax Bisa Naik, Pertalite Masih Aman
Dia menambahkan, secara nasional per Februari 2022 penyaluran solar subsidi telah melebihi kuota sekitar 10%. Lebih lanjut Irto menyatakan, Pertamina Patra Niaga akan memonitor seluruh proses distribusi baik dari Terminal BBM hingga konsumen untuk memastikan SPBU tersedia bahan bakar bagi masyarakat.
Lihat Juga :