Erick Thohir Buka-bukaan Soal Kebiasaan Indonesia Mencari Uang Cepat
Kamis, 24 Maret 2022 - 11:10 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti, kerugian yang luar biasa akibat kebiasaan ekspor bahan baku atau raw material dari Indonesia ke negara tujuan ekspor. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti dampak luar biasa akibat ekspor bahan baku atau raw material dari Indonesia ke negara tujuan ekspor. Efeknya terang dia bisa hilangnya kesejahteraan rakyat dari kebiasaan RI mengekspor bahan mentah.
Baca Juga: Stop Ekspor Bahan Mentah, Jokowi: Keberanian Kita Hasilnya Kelihatan
Saat ini, persentase ekspor bahan baku Indonesia menyentuh angka 50% dibandingkan ekspor yang dilakukan negara-negara lain. Malangnya, raw material ini diproduksi di negara lain dan diperuntukkan bagi kesejahteraan bangsanya sendiri.
"Raw material masih 50 persen dikirim, dibandingkan negara-negara lain sudah di bawah 50 persen. Akhirnya apa creating value hilang, pembukaan lapangan kerja hilang, kesempatan kita meningkatkan kesejahteraan rakyat hilang karena semuanya diproses di tempat lain," ungkap Erick, Kamis (24/3/2022).
Ekspor bahan baku dipahami Erick sebagai langkah cepat mencari uang. Dan ini membuat Indonesia terjebak selama bertahun-tahun. Sayangnya, proses ini membuat kerugian besar bagi negara lantaran Sumber Daya Alam (SDA) tidak diproduksi secara mandiri oleh Indonesia.
Erick Thohir mengingatkan hasil tambang memiliki nilai keekonomian yang luar biasa untuk bangsa Indonesia. Erick pun meminta BUMN bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Tanggung jawab yang dimaksud berupa mempercepat hilirisasi SDA di dalam negeri.
"Tetapi selama ini, kita selalu terjebak mencari uang cepat yang akhirnya kita lupa bahwa seluruh hasil tambang ini punya value yang luar biasa untuk bangsa kita, dan BUMN bertanggung jawab untuk itu," ungkap dia.
Baca Juga: Stop Ekspor Bahan Mentah, Jokowi: Keberanian Kita Hasilnya Kelihatan
Saat ini, persentase ekspor bahan baku Indonesia menyentuh angka 50% dibandingkan ekspor yang dilakukan negara-negara lain. Malangnya, raw material ini diproduksi di negara lain dan diperuntukkan bagi kesejahteraan bangsanya sendiri.
"Raw material masih 50 persen dikirim, dibandingkan negara-negara lain sudah di bawah 50 persen. Akhirnya apa creating value hilang, pembukaan lapangan kerja hilang, kesempatan kita meningkatkan kesejahteraan rakyat hilang karena semuanya diproses di tempat lain," ungkap Erick, Kamis (24/3/2022).
Ekspor bahan baku dipahami Erick sebagai langkah cepat mencari uang. Dan ini membuat Indonesia terjebak selama bertahun-tahun. Sayangnya, proses ini membuat kerugian besar bagi negara lantaran Sumber Daya Alam (SDA) tidak diproduksi secara mandiri oleh Indonesia.
Erick Thohir mengingatkan hasil tambang memiliki nilai keekonomian yang luar biasa untuk bangsa Indonesia. Erick pun meminta BUMN bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Tanggung jawab yang dimaksud berupa mempercepat hilirisasi SDA di dalam negeri.
"Tetapi selama ini, kita selalu terjebak mencari uang cepat yang akhirnya kita lupa bahwa seluruh hasil tambang ini punya value yang luar biasa untuk bangsa kita, dan BUMN bertanggung jawab untuk itu," ungkap dia.
Lihat Juga :