Ekonom Ungkap Alasan Indonesia Masih Ketergantungan Impor

Selasa, 29 Maret 2022 - 14:24 WIB
loading...
Ekonom Ungkap Alasan...
Ilustrasi bongkar muat di pelabuhan. Foto/Dok SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah besar lantaran belanja barang dan jasa pemerintah masih dibanjiri barang impor. Kepala negara menyayangkan minimnya penggunaan barang buatan dalam negeri.

Jika ditengok ke belakang, rupanya kebiasaan Indonesia mengimpor sudah sejak lama, mulai dari alat kesehatan hingga produk tekstil.

Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto mengatakan, ada sejumlah alasan mengapa Indonesia masih senang mengimpor barang tersebut.

"Produk kita kadang lebih mahal dibandingkan produk impor. Kalau impor logistiknya lebih murah, aksesibilitas mendapatkan produknya juga bagus. Dan memang kita terbiasa untuk mengutamakan harga dalam berbelanja, bukan keberpihakan," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (29/3/2022).

Baca juga: Jokowi Marah Soal Impor, Fahri Hamzah: Kok Menterinya Tepuk Tangan

Pada sektor kesehatan, misalnya. Indonesia mengimpor alat kesehatan dengan porsi lebih dari 90% bahkan sebelum pandemi. Dengan adanya pandemi, kata dia, akhirnya terlihat bagaimana tertatihnya kinerja sektor kesehatan karena memang mengandalkan barang dari luar negeri.

"Ini makanya harus ada kebijakan yang bisa mengubah secara struktural, misalnya dengan mengembangkan riset sehingga Indonesia bisa memproduksi obat dan alat kesehatan," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
UGM Dinilai Keliru Ajukan...
UGM Dinilai Keliru Ajukan Keberatan ke PTUN Jakarta, Bonjowi Hadirkan Saksi Ahli untuk Meluruskan
Dokter Tifa Ungkit 12...
Dokter Tifa Ungkit 12 Tahun Jokowi Jadi Pejabat: Tak Pernah Akui Lulusan UGM hingga Tak Diundang Reuni
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Rekomendasi
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Ungkap Strategi Cegahan...
Ungkap Strategi Cegahan Korupsi di Daerah, Mendagri Tito: Kuncinya Penguatan Sistem dan Integritas
Berita Terkini
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved