Digitalisasi Meter Listrik, PLN Siap Luncurkan Aplikasi Mobile Baru
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
Rinciannya, dari 15 juta meter listrik pelanggan yang sudah tua tersebut ada sekitar 7,7 juta sudah diperbaharui dan sisanya 8,3 juta masih dalam proses.
“Proses pergantian meter listrik memang cukup lama karena prosesnya harus melalui uji tera di Kementerian Perdagangan. Sedangkan laboratorium uji tera masih terbatas,” kata dia.
Zulkifli mengatakan bahwa PLN telah melakukan berbagai upaya untuk meringankan beban akibat lonjakan tagihan listrik. Salah satunya, memberikan skema angsuran bagi pelanggan yang mengalami kenaikan di atas 20% walaupun skema tersebut membebani keuangan PLN. (Baca juga : Perbolehkan Pelanggan Cicil Bayar Listrik Bebani Keuangan PLN )
Dia memastikan kembali bahwa lonjakan tagihan listrik bukan sebab kenaikan tarif listrik ataupun subsidi silang. Pihaknya menegaskan, meningkatnya tagihan listrik karena perubahan mekanisme tagihan dengan penggunaan rata-rata tiga bulan terakhir akibat pandemi Covid-19 sehingga petugas pencatat meter dari bulan April-Mei tidak lagi menyambangi rumah perumah karena wajib mengikuti protokol kesehatan.
“Lonjakan tagihan tesebut akibat perubahan mekanisme tagihan penggunaan rata-rata tagihan tiga bulan terakhir akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR Moreno Suprapto mendesak agar pelayanan PLN diperbaiki. Anggota Fraksi dari Partai Gerindra itu melihat pelayanan PLN sejak tahun lalu merosot.
“Proses pergantian meter listrik memang cukup lama karena prosesnya harus melalui uji tera di Kementerian Perdagangan. Sedangkan laboratorium uji tera masih terbatas,” kata dia.
Zulkifli mengatakan bahwa PLN telah melakukan berbagai upaya untuk meringankan beban akibat lonjakan tagihan listrik. Salah satunya, memberikan skema angsuran bagi pelanggan yang mengalami kenaikan di atas 20% walaupun skema tersebut membebani keuangan PLN. (Baca juga : Perbolehkan Pelanggan Cicil Bayar Listrik Bebani Keuangan PLN )
Dia memastikan kembali bahwa lonjakan tagihan listrik bukan sebab kenaikan tarif listrik ataupun subsidi silang. Pihaknya menegaskan, meningkatnya tagihan listrik karena perubahan mekanisme tagihan dengan penggunaan rata-rata tiga bulan terakhir akibat pandemi Covid-19 sehingga petugas pencatat meter dari bulan April-Mei tidak lagi menyambangi rumah perumah karena wajib mengikuti protokol kesehatan.
“Lonjakan tagihan tesebut akibat perubahan mekanisme tagihan penggunaan rata-rata tagihan tiga bulan terakhir akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR Moreno Suprapto mendesak agar pelayanan PLN diperbaiki. Anggota Fraksi dari Partai Gerindra itu melihat pelayanan PLN sejak tahun lalu merosot.
Lihat Juga :