Tanah Makin Ambles, 15 Tahun Lagi Sungai di Jakarta Tak Mengalir dari Atas ke Bawah

Jum'at, 01 April 2022 - 19:19 WIB
loading...
Tanah Makin Ambles,...
Kegiatan pengerukan lumpur di Sungai Krukut, Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (2/10/2021). Foto/MPI/Faisal Rahman
A A A
JAKARTA - Isu Jakarta akan tenggelam sudah kerap didengungkan tak hanya di dalam negeri tapi juga menjadi sorotan internasional.

Faktanya, permukaan tanah di Jakarta memang terus mengalami penurunan setiap tahun, salah satu faktor penyebab adalah eksploitasi air tanah yang begitu masif.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini penurunan permukaan tanah di Jakarta sekitar 10-12 cm per tahun.

Baca juga: Jakarta Berpotensi Tenggelam di 2050, Ini Kata Wagub DKI

Jika kondisi ini terus berlanjut, diperkirakan sungai-sungai yang berada di Jakarta akan sulit mengalir ke laut secara gravitasi yaitu dari atas ke bawah.

Pasalnya, permukaan tanah di Jakarta bakal lebih rendah dari permukaan air laut, di mana permukaan air laut juga akan lebih tinggi akibat perubahan iklim.

"Kalau itu terjadi maka 15 tahun saja sejak 2020 kemarin, 13 sungai yang melewati Jakarta tidak bisa mengalir secara gravitasi ke laut," kata Basuki pada penandatanganan KPBU bersama Bank Mandiri, Jumat (1/3/2022).

Baca juga: Tahun 2100 Permukaan Laut Naik 63 Cm, Ini Negara dan Kota yang Terancam Tenggelam

Menurut dia, salah satu langkah paling penting untuk mencegah hal tersebut adalah membangun bendungan untuk penyediaan air bersih yang dipasok kepada masyarakat Jakarta. Sehingga, warga Jakarta tidak lagi mengambil air tanah.

"Kalau nanti Jatiluhur I jadi, Jatiluhur II jadi, kemudian Karian Serpong jadi, kita baru bisa bilang Jakarta setop memakai air tanah," urainya.

Pembangunan bendungan tersebut tidak hanya berfungsi untuk menyediakan air bersih bagi warga Jakarta, namun juga turut berkontribusi untuk menyelamatkan Jakarta dari penurunan muka tanah.

"Hanya dengan itu Jakarta selamat dari penurunan muka tanah. Jadi, ini bagian dari menyelamatkan Jakarta," tandasnya.



Adapun area pembangunan IPA (Instalasi Pengelolaan Air) Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) akan dibangun di dua lokasi.

Keduanya yakni IPA Bekasi yang memiliki luas Rra sebesar 3,2 Ha dan mampu memproduksi air sebesar 4400 L/s dan IPA Cibeet Karawang yang memiliki luas area sebesar 1,1 Ha dan mampu memproduksi air 330 L/s.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bayar Pajak Kendaraan...
Bayar Pajak Kendaraan Bisa di PRJ 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
Pemerintah Naikkan Fuel...
Pemerintah Naikkan Fuel Surcharge Maskapai, Tiket Pesawat Jakarta-Bali Tembus Rp2,4 Juta
Bayar PBB-P2 Lebih Awal,...
Bayar PBB-P2 Lebih Awal, Warga Jakarta Bisa Dapat Manfaat Lebih Besar
Daftar SPBU di Jakarta...
Daftar SPBU di Jakarta dan Sekitarnya yang Tak Lagi Jual Pertalite, Cek Lokasinya
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Kembali Berikan Insentif PBB-P2 Tahun 2026
Beli Rumah Pertama di...
Beli Rumah Pertama di Jakarta, BPHTB Bisa Dikurangi hingga 50%
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar The Future of Jakarta: JAKI Smart City Innovation & Digital Public Service, Kupas Inovasi Layanan Publik Digital
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Rekomendasi
Rangkaian Kegiatan MPLS...
Rangkaian Kegiatan MPLS SD, SMP, dan SMA/SMK 2026, Orang Tua Wajib Tahu!
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Infografis
Petinju Terbaik 2024...
Petinju Terbaik 2024 yang Berusia 25 Tahun ke Bawah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved