Daftar Produk Rusia yang Diboikot Usai Invasi ke Ukraina

Jum'at, 01 April 2022 - 22:20 WIB
loading...
Daftar Produk Rusia...
Rusia masih terus mendapatkan berbagai sanksi ekonomi, keuangan hingga perdagangan yang diberikan dunia internasional atas invasinya ke Ukraina. Berikut beberapa produk Rusia yang diboikot. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rusia masih terus mendapatkan berbagai sanksi ekonomi , keuangan hingga perdagangan yang diberikan dunia internasional atas invasinya ke Ukraina . Sanksi lanjutan tersebut menyasar pada larangan impor produk-produk tertentu dari Rusia serta larangan ekspor barang-barang mewah.

Baca Juga: Giliran Vodka Rusia Diembargo AS, Uni Eropa dan Sekutu Lainnya Bakal Ngekor

Dalam hal ini, beberapa negara seperti Amerika Serikat telah berkoordinasi dengan para sekutunya serta negara anggota G7 untuk mencabut hubungan perdagangan normal dengan Rusia. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa produk Rusia yang diboikot setelah invasinya ke Ukraina:

1. Vodka

Produk Rusia pertama yang diboikot adalah Vodka. Dalam hal ini, negara-negara barat termasuk Amerika Serikat mulai memberlakukan larangan impor bagi beberapa produk dari Rusia, salah satunya adalah produk minuman keras Vodka.

Baca Juga: Protes Perang: Bar di AS Boikot Vodka, Promosikan Miras Ukraina

Dilansir dari Fox 2, Rusia per Desember 2021 telah menyediakan sekitar kurang dari 1% impor Vodka Amerika Serikat. Selain itu, selama beberapa waktu terakhir, seruan untuk boikot Vodka juga mulai berkembang.

Dalam upayanya mendukung Ukraina, Total Wine and More yang mengoperasikan sekitar 229 toko di 27 negara bagian telah mengumumkan melalui sosial medianya bahwa mereka telah menghapus semua produk buatan Rusia, termasuk Vodka dalam tokonya.

Selain itu, pengguna sosial media juga menyerukan tagar #BoycottRussia #DumpRussianVodka sebagai bentuk dukungan untuk Ukraina.

2. Berlian

Produk Rusia berikutnya yang diboikot adalah Berlian. Menurut situs Town & Country, Rusia merupakan salah satu negara pemasok berlian terbesar di dunia dan berada di peringkat kelima. Hampir semua produksi berlian Ukraina dihasilkan pertambangan Alrosa yang mengoperasikan tambang di seluruh wilayah Yakutia di Siberia.

Dalam hal ini, beberapa waktu yang lalu Presiden Amerika Serikat, Joe Biden telah melarang impor berlian dari Rusia sebagai lanjutan dari berbagai sanksi atas invasi Rusia ke Ukraina. Biden sendiri mengatakan bahwa sanksi ini diambil berdasarkan koordinasi dengan sekutu NATO, Uni Eropa, dan anggota G7.

3. Kaviar

Produk Rusia selanjutnya yang diboikot adalah Kaviar. Kaviar merupakan salah satu jenis olahan laut yang menjadi salah satu makanan termahal di dunia. Dalam hal ini, Rusia juga dikenal sebagai salah satu negara yang memproduksi berbagai jenis kaviar yang cukup terkenal di dunia.

Menyusul sanksi lanjutan untuk Rusia atas invasinya ke Ukraina, beberapa negara di dunia yang tergabung dalam G7 melancarkan boikot dan larangan impor terhadap beberapa produk dari Rusia.

Dilansir situs Fortune, Presiden AS, Joe Biden melarang impor beberapa produk Rusia seperti vodka, berlian, hingga Kaviar. Hal tersebut dilakukannya sebagai bentuk hukuman bagi Vladimir Putin yang masih enggan untuk mengakhiri invasinya dari Ukraina

4. Sumber Daya Alam

Setelah menerapkan sanksi ekonomi bersama dengan sekutunya, Amerika bergerak cepat langsung melarang impor sumber daya alam Rusia seperti, minyak, gas hingga batu bara. Kebijakan itu terpantau telah memotong sekitar 60% impor AS dari negara yang dipimpin Vladimir Putin.

Pada tahun 2021, AS tercatat mengimpor sekitar 245 juta barel minyak mentah dan produk minyak bumi dari Rusia, dimana dalam satu tahun itu terjadi peningkatan sebesar 24%, menurut Administrasi Informasi Energi AS.

"Ini adalah langkah penting untuk menunjukkan kepada Rusia bahwa energi ada di atas meja," kata Max Bergmann, mantan pejabat Departemen Luar Negeri.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Uni Eropa Curi Harta...
Uni Eropa Curi Harta Moskow? Bunga Aset Rusia Rp27,36 Triliun Dipakai Bayar Utang Ukraina
Rusia Kehilangan 40%...
Rusia Kehilangan 40% Stok Minyak usai Pelabuhan Primorsk Diserang Drone
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Rekomendasi
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved