Inflasi Sulsel pada Maret 2022 Capai 2,49 Persen, Dipicu Kelompok Makanan
Minggu, 03 April 2022 - 10:14 WIB
loading...
Harga cabai rawit menjadi salah satu pemicu inflasi di Sulsel pada bulan Maret 2022. Foto/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Pada bulan Maret 2022, secara tahunan, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami inflasi sebesar 2,49 persen (yoy) dan berada dalam sasaran inflasi nasional tahun 2022 yaitu 3,0±1 persen.
Secara bulanan, Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,54 persen (month to month/mtm) atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat mengalami deflasi sebesar -0,04 persen (mtm). Adapun, secara tahun kalender, inflasi Sulsel tercatat sebesar 1,07 persen (year to date).
Sementara itu, secara spasial, dari 5 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulsel, yaitu Bulukumba, Makassar, Palopo, Pare-pare, dan Watampone, inflasi bulanan tertinggi dialami oleh Kabupaten Watampone sebesar 1,11 persen (mtm), sedangkan inflasi bulanan terendah terjadi di Kota Palopo yaitu sebesar 0,45 persen (mtm).
Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel , Fadjar Majardi, inflasi bulanan di Sulsel utamanya disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (1,10 persen).
Disusul kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (0,86 persen), lalu kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga (0,77 persen).
Secara bulanan, Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,54 persen (month to month/mtm) atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat mengalami deflasi sebesar -0,04 persen (mtm). Adapun, secara tahun kalender, inflasi Sulsel tercatat sebesar 1,07 persen (year to date).
Sementara itu, secara spasial, dari 5 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulsel, yaitu Bulukumba, Makassar, Palopo, Pare-pare, dan Watampone, inflasi bulanan tertinggi dialami oleh Kabupaten Watampone sebesar 1,11 persen (mtm), sedangkan inflasi bulanan terendah terjadi di Kota Palopo yaitu sebesar 0,45 persen (mtm).
Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel , Fadjar Majardi, inflasi bulanan di Sulsel utamanya disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (1,10 persen).
Disusul kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (0,86 persen), lalu kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga (0,77 persen).