Kenaikan Harga BBM dan Tarif Tol Ganggu Daya Beli Masyarakat
Rabu, 06 April 2022 - 08:52 WIB
loading...
Kenaikan harga BBM dan tarif tol akan menurunkan daya beli masyarakat. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif tol dinilai dapat mengurangi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih akibat pandemi. Kenaikan itu juga memengaruhi kemampuan masyarakat membeli makanan.
Baca juga: Antrean Solar Bersubsidi Masih Terjadi, Ini Penyebabnya
Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta, mengatakan kenaikan kedua komponen tersebut dapat menambah biaya logistik yang berkontribusi besar dalam dalam proses distribusi pangan.
"Untuk meminimalisasi dampaknya, pemerintah perlu memastikan komoditas pangan tersedia di pasar dengan harga yang terjangkau," ungkap Felippa, Rabu (6/4/2022).
Menurutnya, kenaikan BBM dan tarif tol akan mendorong inflasi dan mengurangi daya beli masyarakat. Dengan daya beli yang menurun, maka masyarakat akan mengurangi belanja.
"Padahal belanja rumah tangga, bersama konsumsi pemerintah, merupakan komponen pertumbuhan ekonomi negara yang relatif dapat didorong oleh pemerintah dalam jangka pendek untuk memulihkan perekonomian nasional di saat-saat sulit seperti sekarang ini,” jelas Felippa.
Baca juga: Antrean Solar Bersubsidi Masih Terjadi, Ini Penyebabnya
Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta, mengatakan kenaikan kedua komponen tersebut dapat menambah biaya logistik yang berkontribusi besar dalam dalam proses distribusi pangan.
"Untuk meminimalisasi dampaknya, pemerintah perlu memastikan komoditas pangan tersedia di pasar dengan harga yang terjangkau," ungkap Felippa, Rabu (6/4/2022).
Menurutnya, kenaikan BBM dan tarif tol akan mendorong inflasi dan mengurangi daya beli masyarakat. Dengan daya beli yang menurun, maka masyarakat akan mengurangi belanja.
"Padahal belanja rumah tangga, bersama konsumsi pemerintah, merupakan komponen pertumbuhan ekonomi negara yang relatif dapat didorong oleh pemerintah dalam jangka pendek untuk memulihkan perekonomian nasional di saat-saat sulit seperti sekarang ini,” jelas Felippa.
Lihat Juga :