Menkeu Rogoh Rp607,7 T untuk Pemulihan Ekonomi, Ini Realisasinya
Jum'at, 19 Juni 2020 - 04:14 WIB
loading...
Warga antre untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (5/5/2020). Foto/Dok SINDOphoto/Yuswantoro
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menganggarkan Rp607,7 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi virus corona (Covid-19). Kebijakan ini merupakan langkah extraordinary yang ditempuh pemerintah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran sebesar itu untuk memitigasi eskalasi dampak pandemi dan perlambatan ekonomi yang tajam terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, dana tersebut mencakup untuk kesejahteraan masyarakat, dunia usaha, dan juga kesehatan.
"Untuk dapat mendorong pemulihan perekonomian nasional, program PEN dirancang untuk dapat mendukung pemulihan sisi permintaan (demand) maupun sisi penawaran (supply)," ujarnya dalam rapat paripurna, Kamis (18/6/2020). (Baca juga :
Anggaran Pemulihan Ekonomi Membesar Jadi Rp686,2 Triliun )
Dia melanjutkan pada sisi permintaan misalnya, pemerintah menyiapkan bermacam-macam bantuan sosial lewat program jaring pengaman sosial (social safety net) yang telah dilaksanakan. Terutama bantuan sosial (bansos) bagi kelompok terdampak dengan memperluas penerima fasilitas perlindungan sosial.
Sebagai contoh, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) diperluas dari 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi 10 juta KPM. Kemudian penerima Kartu Sembako diperluas dari 15,2 juta KPM menjadi 20 juta KPM.
Selanjutnya ada juga pemberian diskon tarif listrik untuk menjangkau masyarakat rentan terdampak covid-19 secara lebih luas. Untuk pelanggan 450 Va digratiskan sementara untuk pelanggan 900 va subsidi diberikan diskon 50%.
"Dalam penanganan Covid-19, meliputi bidang kesehatan, bantuan sosial, dukungan dan subsidi bagi usaha kecil menengah, insentif dan dukungan dunia usaha dan sektor keuangan, serta dukungan sektoral dan daerah," jelasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran sebesar itu untuk memitigasi eskalasi dampak pandemi dan perlambatan ekonomi yang tajam terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, dana tersebut mencakup untuk kesejahteraan masyarakat, dunia usaha, dan juga kesehatan.
"Untuk dapat mendorong pemulihan perekonomian nasional, program PEN dirancang untuk dapat mendukung pemulihan sisi permintaan (demand) maupun sisi penawaran (supply)," ujarnya dalam rapat paripurna, Kamis (18/6/2020). (Baca juga :
Anggaran Pemulihan Ekonomi Membesar Jadi Rp686,2 Triliun )
Dia melanjutkan pada sisi permintaan misalnya, pemerintah menyiapkan bermacam-macam bantuan sosial lewat program jaring pengaman sosial (social safety net) yang telah dilaksanakan. Terutama bantuan sosial (bansos) bagi kelompok terdampak dengan memperluas penerima fasilitas perlindungan sosial.
Sebagai contoh, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) diperluas dari 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi 10 juta KPM. Kemudian penerima Kartu Sembako diperluas dari 15,2 juta KPM menjadi 20 juta KPM.
Selanjutnya ada juga pemberian diskon tarif listrik untuk menjangkau masyarakat rentan terdampak covid-19 secara lebih luas. Untuk pelanggan 450 Va digratiskan sementara untuk pelanggan 900 va subsidi diberikan diskon 50%.
"Dalam penanganan Covid-19, meliputi bidang kesehatan, bantuan sosial, dukungan dan subsidi bagi usaha kecil menengah, insentif dan dukungan dunia usaha dan sektor keuangan, serta dukungan sektoral dan daerah," jelasnya.
Lihat Juga :