Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Utamakan Aspek Sosial dan Kesehatan
Jum'at, 19 Juni 2020 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
“Kami memilih sektor di wilayah zona hijau dengan mengutamakan protokol kesehatan dan SOP yang akan dipraktikkan nantinya, sehingga pemerintah bersama pemerintah daerah dan TNI/Polri juga akan memastikan kedisiplinan dari masyarakat sekitar lokasi kegiatan perekonomian,” jelasnya.
Ekonom sekaligus Rektor Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko mengatakan pemilihan sembilan sektor ini sudah mempertimbangkan tiga aspek penting, yaitu aspek ekonomi serta kontribusinya terhadap pendapatan nasional ataupun daerah, aspek penyerapan tenaga kerja, dan aspek keterikatan antarsektor. Tentunya hal ini menggunakan standar yang baru dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Apabila sembilan sektor itu bergerak akan berdampak, baik itu untuk sektor lain maupun tenaga kerja, sektor-sektor ini akan menggunakan standar yang baru, seperti contoh kemasan untuk produk pertanian sudah dikemas dengan standar kesehatan yang baru. Artinya kegiatan ekonomi harus tetap memperhatikan kesehatan,” ungkap Agustinus. (Baca juga: DPR Anggap Kerjasama Kemendikbud dengan Netflix Kurang Etis)
Agustinus juga mengatakan saat ini Indonesia sedang memasuki fase yang baru. Fase ini tidak hanya membutuhkan hal teknis, tetapi juga kesadaran dan kedisiplinan yang menyeluruh. “Jadi, ini menjadi tugas semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi semua elemen masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, dia juga mengingatkan perubahan perilaku pada masa kenormalan baru ini dapat menciptakan potensi yang menjadi peluang ekonomi. (Hafid Fuad)
Ekonom sekaligus Rektor Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko mengatakan pemilihan sembilan sektor ini sudah mempertimbangkan tiga aspek penting, yaitu aspek ekonomi serta kontribusinya terhadap pendapatan nasional ataupun daerah, aspek penyerapan tenaga kerja, dan aspek keterikatan antarsektor. Tentunya hal ini menggunakan standar yang baru dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Apabila sembilan sektor itu bergerak akan berdampak, baik itu untuk sektor lain maupun tenaga kerja, sektor-sektor ini akan menggunakan standar yang baru, seperti contoh kemasan untuk produk pertanian sudah dikemas dengan standar kesehatan yang baru. Artinya kegiatan ekonomi harus tetap memperhatikan kesehatan,” ungkap Agustinus. (Baca juga: DPR Anggap Kerjasama Kemendikbud dengan Netflix Kurang Etis)
Agustinus juga mengatakan saat ini Indonesia sedang memasuki fase yang baru. Fase ini tidak hanya membutuhkan hal teknis, tetapi juga kesadaran dan kedisiplinan yang menyeluruh. “Jadi, ini menjadi tugas semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi semua elemen masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, dia juga mengingatkan perubahan perilaku pada masa kenormalan baru ini dapat menciptakan potensi yang menjadi peluang ekonomi. (Hafid Fuad)
(ysw)
Lihat Juga :