PLTS Raksasa Dibangun di Kepri, Ini Dampak Positifnya bagi Indonesia
Selasa, 19 April 2022 - 14:15 WIB
loading...
(Kiri ke kanan) Managing Director dan CEO Quantum Power Asia Simon G Bell, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Director Asia Pacific IBV David Ludwig. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 3,5 GW dan penyimpanan baterai 12 MWh akan dibangun di Kepulauan Riau (Kepri). Proyek dengan nilai investasi Rp71,8 triliun tersebut menjadi proyek PLTS terbesar di satu lokasi (single solar complex) di dunia.
Managing Director dan CEO Quantum Power Asia Simon G Bell mengatakan, selain mendorong energi bersih di Indonesia, pembangunan ini juga memiliki deretan dampak positif terutama untuk masyarakat Kepulauan Riau.
Baca Juga: PLTS Terbesar di Dunia Senilai Rp71,8 Triliun Siap Dibangun di Kepulauan Riau
"Yang membedakan dari kami adalah keterlibatan masyarakat. Kami berkomunikasi dan mencari tahu, apa kebutuhan masyarakat, apa saja kesulitan mereka apakah finansial, lingkungan, akses, jadi kami tidak memberi uang begitu saja atau membangun sesuatu yang mungkin tidak digunakan," ujar Bell dalam talkshow di KBRI Singapura, Selasa (19/4/2022).
Selain itu, lanjut dia, terdapat 30.000 pekerjaan baru yang tercipta pada tahap konstruksi dan 1.000 tenaga teknis yang akan bekerja selama 30 beroperasinya PLTS ini nanti. Dalam pembangunan proyek ini juga terdapat peluang bisnis bagi industri kabel, baja dan semen dengan skala pembelian hingga USD 400 juta.
Managing Director dan CEO Quantum Power Asia Simon G Bell mengatakan, selain mendorong energi bersih di Indonesia, pembangunan ini juga memiliki deretan dampak positif terutama untuk masyarakat Kepulauan Riau.
Baca Juga: PLTS Terbesar di Dunia Senilai Rp71,8 Triliun Siap Dibangun di Kepulauan Riau
"Yang membedakan dari kami adalah keterlibatan masyarakat. Kami berkomunikasi dan mencari tahu, apa kebutuhan masyarakat, apa saja kesulitan mereka apakah finansial, lingkungan, akses, jadi kami tidak memberi uang begitu saja atau membangun sesuatu yang mungkin tidak digunakan," ujar Bell dalam talkshow di KBRI Singapura, Selasa (19/4/2022).
Selain itu, lanjut dia, terdapat 30.000 pekerjaan baru yang tercipta pada tahap konstruksi dan 1.000 tenaga teknis yang akan bekerja selama 30 beroperasinya PLTS ini nanti. Dalam pembangunan proyek ini juga terdapat peluang bisnis bagi industri kabel, baja dan semen dengan skala pembelian hingga USD 400 juta.
Lihat Juga :