Harga BBM RI Seharusnya Lebih Murah? Ekonom Ini Bongkar Faktanya

Rabu, 20 April 2022 - 03:53 WIB
loading...
A A A
Menurut Komaidi, anggapan bahwa harga BBM harusnya murah kemungkinan berangkat dari kenangan bahwa di tahun 1980-an Indonesia kaya minyak dan harga bahan bakar pun murah. Saat itu, kata dia, Indonesia memang mampu memproduksi minyak sekitar 1,1 juta barel per hari (bph), dengan konsumsi dalam negeri di bawah 400 ribu.

"Sehingga saat itu kita mampu mengekspor minyak, makanya Indonesia masuk dalam OPEC. Rupanya, kenangan itu masih sulit terhapus hingga saat ini," ujar Doktor Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti itu.

Sementara saat ini, kenyataannya produksi minyak Indonesia hanya sekitar 700 ribu bph. Sedangkan konsumsinya mencapai 1,6 juta bph. "Alhasil, kita sekarang ini adalah net importer, dan karena itu sejak 2008 kita bukan lagi anggota OPEC," jelasnya.
Komaidi menambahkan, dengan status sebagai negara pengimpor, kenaikan harga minyak di pasar global jelas sangat memengaruhi harga BBM di dalam negeri. Hanya saja, kata dia, selama ini pemerintah dengan berbagai pertimbangan menjaga harga BBM melalui skema subsidi.

Tetapi, seiring harga minyak yang semakin tinggi dan konsumsi yang semakin besar, subsidi pun makin membebani. Karena itu, kata dia, harga BBM harus disesuaikan demi menjaga kemampuan fiskal. Belum lama ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memperkirakan, jika harga minyak bertahan di level saat ini, subsidi BBM dan LPG berpotensi bengkak menjadi Rp320 triliun.

Terkait klaim bahwa harga BBM seharusnya jauh murah yang beredar di media sosial, Komaidi mengatakan bahwa asumsi yang digunakan salah kaprah. Klaim yang beredar adalah bahwa harga Pertamax tanpa pajak seharusnya hanya Rp3.772 per liter, karena biaya produksi minyak mentah Pertamina hanya Rp1.772 per liter.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Ada Demo Mahasiswa di...
Ada Demo Mahasiswa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Arus Lalin Dialihkan
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Rekomendasi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved