Harga BBM RI Seharusnya Lebih Murah? Ekonom Ini Bongkar Faktanya
Rabu, 20 April 2022 - 03:53 WIB
loading...
Harga BBM bergantung pada sejumlah komponen yang di antaranya adalah harga minyak mentah sebagai bahan bakunya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Setelah sekian lama, masyarakat Indonesia awal bulan April ini dihadapkan pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax RON 92 seiring melonjaknya harga minyak dunia di atas USD100 per barel. Beragam reaksi lantas muncul mengiringi kenaikan tersebut, sebagian maklum dan lainnya sulit menerima.
Bahkan, muncul klaim yang menyebutkan bahwa harga BBM harusnya tak semahal itu. Ada yang membandingkan dengan harga BBM subsidi di Negeri Jiran yang lebih murah. Belakangan, muncul pula klaim bahwa harga Pertamax yang kini dijual Rp12.500 per liter, seharusnya hanya Rp3.772 per liter, tanpa memperhitungkan pajak.
Baca Juga: Bandingkan Harga BBM di Asia Tenggara, Siapa Paling Murah?
Menyikapi hal tersebut, dalam sebuah diskusi bersama media, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro membedah fakta-faktanya. Menurut Komaidi, komponen penyusun harga BBM secara umum adalah harga minyak mentah, biaya kilang, biaya distribusi, pajak dan margin usaha.
"Jadi itu dulu yang harus dipahami. Komponen-komponen itu tentu akan berbeda-beda di setiap negara," tuturnya, Selasa (19/4/2022).
Bahkan, muncul klaim yang menyebutkan bahwa harga BBM harusnya tak semahal itu. Ada yang membandingkan dengan harga BBM subsidi di Negeri Jiran yang lebih murah. Belakangan, muncul pula klaim bahwa harga Pertamax yang kini dijual Rp12.500 per liter, seharusnya hanya Rp3.772 per liter, tanpa memperhitungkan pajak.
Baca Juga: Bandingkan Harga BBM di Asia Tenggara, Siapa Paling Murah?
Menyikapi hal tersebut, dalam sebuah diskusi bersama media, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro membedah fakta-faktanya. Menurut Komaidi, komponen penyusun harga BBM secara umum adalah harga minyak mentah, biaya kilang, biaya distribusi, pajak dan margin usaha.
"Jadi itu dulu yang harus dipahami. Komponen-komponen itu tentu akan berbeda-beda di setiap negara," tuturnya, Selasa (19/4/2022).
Lihat Juga :